Koran Jakarta | December 11 2017
No Comments
Mudik 2017

Kapolri Imbau Warga Tak Mudik Bersamaan pada 23–24 Juni

Kapolri Imbau Warga Tak Mudik Bersamaan pada 23–24 Juni

Foto : ANTARA/Aprillio Akbar
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Masyarakat yang hendak pulang kampung merayakan Lebaran disarankan untuk tidak berbondong-bondong mengambil waktu bersamaan pada 23–24 Juni mendatang. Hal ini untuk menghindari terjadinya penumpukan di jalan, khususnya di ruas tol jalur pantai utara Jawa.


“Mengimbau kalau bisa, jangan berbondong-bondong pulangnya tanggal 23–24 hari Jumat dan Sabtu karena Lebaran diperkirakan hari Minggu dan Senin 25–26.

Kalau meledak semua 23–24 (Juni), meskipun sudah ada jalur fungsional, sudah ada perbaikan flyover untuk kereta api di daerah yang menuju ke arah Selatan Brebes itu,

tetap akan ada kemacetan yang lumayan,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat apel gelar pasukan operasi Ramadniya 2017 di lapangan silang Monas, Jakarta, Senin (19/6).


Tito meminta warga yang bisa pulang lebih awal disegerakan agar menghindari kemacetan di jalur mudik. Begitu pun untuk arus balik, masyarakat semestinya pergi secara berangsur-angsur dan tidak terfokus pada satu hari.


“Tapi kalau bisa sudah mulai dari sekarang alhamdulillah, (tanggal) 19 anak sekolah liburan, bapak-ibunya kalau bisa ambil cuti duluan mungkin. Ini bisa mengurangi harusnya nanti.

Kemudian untuk arus balik sama kita minta begitu juga, jangan berbondong-bondong di hari Sabtu dan Minggu depannya. Mungkin sudah dimulai Kamis, Jumat, bertahap pulang,” tuturnya.


Dia pun berharap masyarakat tidak khawatir selama arus mudik tahun ini. Sejumlah terobosan untuk membantu pemudik telah disiapkan, dari petugas yang mengisi bensin hingga montir yang siap membantu apabila ada kendaraan yang mengalami gangguan.


Kapolri meyakini arus mudik dan balik tahun ini akan jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Keyakinan itu disampaikan karena pemerintah telah mengeluarkan sejumlah perbaikan untuk mengurai kemacetan pada arus mudik.


“Kami yakin, insya Allah arus mudik dan arus balik akan jauh lebih baik dibanding tahun lalu dengan adanya perbaikan-perbaikan,” tutur Tito.


Tito mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kementerian dan instansi terkait mengenai persiapan arus mudik tahun ini. Sejumlah tim gabungan juga dikerahkan ke lapangan guna membantu kelancaran mudik.


Permintaan Presiden


Pada bagian lain, Tito menekankan tiga hal permintaan Presiden Joko Widodo yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Operasi Ramadniya 2017.


“Pertama, masalah stabilitas harga pangan. Beliau ingin agar tidak terjadi kenaikan harga pangan dan Polri diminta membantu kementerian dan lembaga menjaga stabilitas harga,” ucapnya.


Kedua, Presiden Jokowi meminta Polri dan TNI menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.


“Kami diminta untuk mengamankan masyarakat dari kejahatan konvensional, copet, jambret, penodongan, serta ancaman terorisme,” ujarnya.


Ketiga, antisipasi arus mudik dan arus balik untuk menghindari peristiwa penumpukan pemudik di pintu keluar tol Brebes Timur. eko/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment