Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Penataan Wilayah

Kawasan Ibu Kota Baru Ramah Pejalan Kaki

Kawasan Ibu Kota Baru Ramah Pejalan Kaki

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ke­menterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit, mengatakan penataan wilayah ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan se­bagian Kabupaten Kutai Kar­tanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), akan lebih banyak berfokus pada kawasan ramah pejalan kaki.

“Kalau saya sih sebenarnya kalau masih bisa merancang dengan sistem jaringan yang terbatas, untuk jalan, untuk angkutan umum, dan local mobility, itu dengan penataan tata ruang yang bagus. Supaya orang banyak jalan kaki kan lebih aman,” pungkas Danang, saat ditanya apakah ibu kota baru nantinya juga bakal me­miliki akses tol dalam kota, di Jakarta, Minggu (22/9).

Pemerintah menargetkan pembangunan ibu kota di Kal­tim dimulai pada 2020, dan paling lambat, pusat pemerintahan sudah berpindah dari Jakarta di tahun 2024. Kawasan induk ibu kota baru menempati lahan seluas 40 ribu hektare dan ke depan akan diperluas hingga 180 ribu hektare.

Walaupun di dalam kota ti­dak ada jalan tol, keberadaan ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan se­bagian Kabupaten Kutai Kar­tanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), akan tertunjang dengan dua ruas tol, yakni Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) sepanjang 99,35 km, dan Tol Balikpapan–Penajam Paser Utara sepanjang 7,35 km. Jalan Tol Balikpapan–Samarinda menjadi tol pertama di Ibu Kota Baru dan akan beroperasi akhir Okto­ber 2019.

Tol Tambahan

Tak hanya dua tol terse­but, BPJT Kementerian PUPR memandang nantinya bisa ada tambahan satu ruas tol lain yang tersambung dengan calon lokasi ibu kota negara. Jalan tol tambahan tersebut dapat terhubung dengan ruas Tol Balsam melalui Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Yang jelas koneksi dari Balikpapan–Samarinda kan ada Simpang Susun Samboja. Samboja itu menuju ke calon lokasi ibu kota baru. Jadi, ka­laupun mau ada tambahan ja­lan tol, ya mungkin dari Jalan Samboja itu menuju ke calon ibu kota baru,” ungkap Danang.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pengelola Jalan Tol Balikpapan–Samarinda memang menyiapkan satu Ger­bang Tol (GT) di Samboja. GT Samboja akan memiliki Ramp On/Ramp Off yang berada di Jalan Soekarno-Hatta Km 38, Kecamatan Samboja, Kabupat­en Kutai Kartanegara, Kaltim.

Pemerintah menargetkan pembangunan ibu kota di Kal­tim dimulai pada 2020, dan paling lambat pusat pemerintahan sudah berpindah dari Jakarta di tahun 2024. ers/Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment