Keindahan Pulau Rinca dan Gili Laba | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 4 2020
No Comments
LABUAN BAJO

Keindahan Pulau Rinca dan Gili Laba

Keindahan Pulau Rinca dan Gili Laba

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pulau Komodo, yang merupakan pulau di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Di pulau tersebut terdapat kota Labuan Bajo. Pulau Komodo merupakan tempat berkembang biaknya hewan komodo, jumlah yang hidup pada saat ini diperkirakan mencapai 2500 ekor. Selain komodo, yang menjadi daya tarik para wisatawan adalah keindahan alam di sekitar pulau Komodo. Pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya begitu mempesona dengan air laut yang berwarna biru jernih.

Terdapat juga Taman Nasional Komodo yang didirikan pada tahun 1980. Taman tersebut dibuat dengan tujuan melindungi komodo dari kepunahan dan melindungi flora yang hidup di sekitar taman nasional. UNESCO mengakui pulau komodo merupakan situs warisan dunia. Labuan Bajo adalah ibu kota dari Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Labuan Bajo lokasinya berada di ujung barat Pulau Flores. Masyarakat di sana umumnya mempunyai pekerjaan sebagai nelayan, maka tidak aneh terlihat banyak sekali kapal layar dan perahu yang sliweran di teluk.

Bagi yang pertama kali datang ke sana, tempat tersebut memiliki pemandangan yang keren. Nampak pondok-pondok kayu dengan atap jerami diselingi berbagai pepohonan terlihat menakjubkan. 

Wisatawan dari berbagai penjuru biasa berkumpul di Labuan Bajo untuk lanjut ke Pulau Komodo atau Pulau Rinca. Oleh sebab itu Labuan Bajo selalu terlihat ramai. Para wisatawan akan mendatangi berbagai pulau yang ada di sekitar Labuan Bajo mulai dari Pulau Seraya, Pulau Bidadari, Pulau Sabolo dan Kanawa. Di bagian selatan Labuan Bajo terdapat rute menuju ke Pulau Rinca yang terkenal bila saat senja karena banyak kelelawar beterbangan. Taman Nasional Komodo terdiri dari beberapa pulau diantaranya pulau Komodo, pulau Rinca, dan pulau-pulau kecil lainnya.

Di tempat tersebut selain melihat komodo secara langsung, pengunjung bisa main di laut untuk diving dan snorkeling. Bisa juga mengelilingi pulau Komodo dan mengunjungi pulau-pulau kecil lainnya. Buat yang suka menyelam jangan lewatkan spot menyelam Batu Samsia, di situ pengunjung bisa berenang bersama kura-kura dan hiu, lalu menyelam di Crystal Rock di sana akan menjumpai berbagai ikan seperti ikan barramundi, parrotfish dan ikan lainnya. Yang paling banyak disukai penyelam adalah spot Manta Point, titik menyelam ini merupakan titik terbaik untuk menyelam, karena bisa melihat ikan pari manta dari jarak dekat.

Lokasi wisata lainnya adalah Gili Laba merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di Taman Nasional Komodo. Di pulau ini biasanya pengunjung melihat keindahan alam keseluruhan Pulau Komodo dari atas bukit. Hamparan laut dengan warna biru jernih serta pasir putih di pantainya merupakan gambaran alam yang nyata.

Saat musim hujan warna-warna pepohonan di sekitar bukit berwarna hijau dan saat kemarau warna pepohonan berwarna kuning. Untuk mencapai puncak bukit, pengunjung harus melewati beberapa tanjakan. Jalur pendakian untuk menuju puncak bisa diakses melalui jalur manapun karena tidak ada titik khusus pendakian.

Rute perjalanan menuju Gili Laba dari Pulau Komodo sekitar 1 jam, dari Labuan Bajo sekitar 4 jam. Tanam Bakau di Pulau Rinca Pulau Rinca merupakan salah satu gugusan pulau yang terletak di kepulauan Komodo. Luas Pulau Rinca tidak seluas Pulau Komodo akan tetapi komodo yang hidup di pulau Rinca cukup banyak juga, jumlahnya berkisar 1500 ekor. Pulau Rinca jaraknya lebih dekat dari Labuan Bajo,

Titik tertinggi di pulau ini adalah gunung Ora dengan ketinggian 670 meter di atas permukaan laut. Selain komodo terdapat hewan lainnya yang hidup di pulau ini seperti kerbau, babi liar dan burung. Pihak pengelola wisata biasanya menawarkan wisatawan untuk mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan, yaitu dengan program penanaman tanaman bakau, jika ingin mengikuti program tersebut maka akan dikenakan sejumlah biaya.

Pengunjung diberi bibit bakau yang dapat diberi label nama sendiri. Bagi yang ingin menginap, di sini tersedia homestay yang berada di sekitar lokasi penjagaan, ada juga warung makan.

Gua Rangko Gua Rangko merupakan gua yang terletak di Desa Rangko, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Gua Rangko di dalamnya terdapat air laut berwarna biru jernih, bagian atas gua dihiasi berbagai berbagai stalaktit. Ini menjadikan sebuah pemandangan yang indah. Warga asli Desa Rangko akan menawarkan diri untuk menjadi pemandu ke Gua Rangko.

Mereka biasanya berkumpul di Labuan Bajo. Setelah sampai di desa Rangko pengunjung melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal nelayan dengan tarif tertentu.

Kapasitas maksimal kapal untuk 10 orang. Setibanya di gua penunjung dapat berenang bebas sambil menikmati keindahan alam yang ada disekitar gua tersebut. Bukit Cinta Bukit Cinta adalah salah satunya lokasi menawan yang ada di Labuan Bajo Flores, Manggarai Barat, Flores Barat.

Dari atas bukit akan terlihat jelas eksotisnya panorama alam Pantai Pede, Pantai Wae Cicu, Pulau Seraya, Pulau Bajo, atau Pelabuhan Labuan Bajo. Nama Bukit Cinta diberikan karena tempat ini memang merupakan spot yang tepat untuk pengunjung memadu kasih. Untuk menuju Bukit Cinta, pengunjung hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit perjalanan ke arah utara dari pusat Kota Labuan Bajo. Perjalanan puncak bukit cinta ini tidak terlalu berat, dan pemandangan dari puncaknya menjadi latar untuk foto yang indah.

Labuan Bajo Jadi Wisata Premium

Presiden Joko Widodo memiliki impian untuk menjadikan Labuan Bajo hingga Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai obyek wisata premium di mana hanya turis kelas atas yang bisa menikmatinya.

Untuk menjadikan Laboan Bajo sebagai wisata premium, Presiden mengusulkan harga tiketnya pun tak main-main, diwacanakan sebesar US$ 1000 per orang atau sekitar Rp 14 juta. Rencana untuk mewujudkan wisata premium ini kembali ia singgung di sebuah acara di Ritz Carlton, beberapa waktu lalu. “Jangan dicampur-campur. Labuan Bajo misalnya, tidak semua orang bisa ke sana, bayarnya mahal. Tapi ini masih di-desain memang, tahun depan baru selesai,” tutur Jokowi.

Jokowi mengingatkan Menteri Pariwisata Wishnutama agar berhati-hati soal destinasi wisata ini, jika perlu diberlakukan sistem kuota agar jangan tercampur aduk antara yang turis premium dan menengah bawah. Dalam unggahan akun Instagramnya, @jokowi, Presiden juga tidak henti-hentinya mensosialisasikan destinasi wisata, salah satunya Labuan Bajo.

“Kita memang memiliki Bali yang sudah sangat terkenal. Dan sekarang, sedang dikembangkan sepuluh Bali baru. Lima destinasi bahkan kita kebut pengembangannya dalam dua tahun ini,” kata Jokowi.

Adapun lima destinasi yang dipromosikan adalah Mandalika (Lombok Tengah, NTB), Labuan Bajo (Manggarai Barat, NTT), Borobudur (Jateng), Danau Toba (Sumatera Utara), dan Manado (Sulawesi Utara). “Segmennya berbeda-beda, ada yang super premium, medium ke bawah, ada yang untuk wisata ramai-ramai, juga wisata khusus,” ungkap Jokowi.

Sementara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan wisata super premium yang dilaksanakan di Labuan Bajo akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan. Masyarakat tak perlu khawatir akan penyelenggaraan wisata premium di Labuan Bajo.

“Super premium di Labuan Bajo, saya melihat bahwa pemerintah bangun airport dengan landasan lebih panjang, hotel juga dibangun sangat banyak di sana. Artinya turis pasti akan lebih banyak dan bisa jual lebih mahal,” kata Wishnutama dalam sebuah acara di Jakarta.

Berkembangnya rasa kekhawatiran masyarakat sekitar bahwa wisata super premium akan menghambat kunjungan wisatawan, Wishnutama menjawab hal tersebut sudah diantisipasi dengan cara tetap membangun desa wisata untuk wisatawan menengah.

“Ya tetap kita bangun untuk wisatawan menengah, kita akan fokuskan pada homestay. Jadi wisatawan akan menginap di rumah-rumah warga dan ini sudah pasti akan berdampak pada ekonomi masyarakat,” jelasnya. Wishnutama mengaku juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Desa dan beberapa kementerian lainnya dalam hal pembangunan desa wisata. berbagaisumber/ars

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment