Koran Jakarta | February 23 2018
No Comments
Kesejahteraan Masyarakat - Sebanyak 176 Negara Hibah USD3,5 Miliar

Kelaparan Meningkat akibat Perubahan Iklim

Kelaparan Meningkat akibat Perubahan Iklim

Foto : AFP/cds/ALBERT GONZALEZ FARRAN
KELAPARAN MENINGKAT - Seorang wanita menggendong anak kekurangan gizi parah di sebuah klinik di Lankien, Jonglei, Sudan Selatan, beberapa waktu lalu. Angka kelaparan meningkat akibat perubahan iklim.
A   A   A   Pengaturan Font
Berdasarkan data Fund of Agricultural Development, angka kelaparan dunia meningkat dari 777 juta orang di 2015 menjadi 815 juta orang pada 2016.

ROMA - Angka kelaparan dunia meningkat untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Kelaparan meningkat sebagai dampak dari perubahan iklim dan krisis yang berkepanjangan. Yang menyedihkan, tiga perempat orang termiskin dan kelaparan di dunia tinggal di daerah perdesaan.

“Tiga perempat orang termiskin dan kelaparan di dunia tinggal di daerah pedesaan,” kata Presiden International Fund of Agricultural Development (IFAD), Gilbert F Houngbo, sebagaimana dilaporkan wartawan Koran Jakarta, Citra Larasati dari Roma, Italia, Selasa (13/2). Berdasarkan data IFAD, peningkatan angka kelaparan meningkat dari 777 juta orang di 2015 menjadi 815 juta orang di 2016.

Menyikapi kondisi tersebut, sebanyak 176 negara anggota IFAD mengumumkan target kontribusi untuk mendukung program pinjaman dan hibah senilai 3,5 miliar dollar Amerika Serikat. Dana ini akan digunakan untuk mengurangi kemiskinan dan kelaparan puluhan juta warga perdesaan di negara-negara berkembang di seluruh dunia.

Menurut Houngbo, dana tersebut memungkinkan IFAD untuk memperluas ukuran program pinjaman dan hibah sebesar 10 persen. “Sekaligus memperdalam dan memperbaiki operasinya selama periode tiga tahun dari 2019 sampai 2021,” ujarnya.

Selama masa itu, tambah Houngbo, IFAD memperkirakan bahwa proyek dan program yang didukungnya akan mampu membantu 47 juta petani kecil dalam meningkatkan produksinya, terutama bantuan dan akses terhadap teknologi, keuangan, dan pengetahuan, sekaligus meningkatkan akses ke pasar sebesar 46 juta.

Selain itu, sebanyak 24 juta petani kecil juga ditargetkan dapat meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Kemudian, sebanyak 12 juta orang akan mengalami perbaikan gizi, dan 44 juta orang akan meningkat status ekonominya.

“Untuk mencapai tujuan ini, IFAD akan mengintensifkan pekerjaannya pada bidang fokus iklim, nutrisi, dan gender yang akan diarusutamakan di seluruh portofolio kami,” papar Houngbo.

 

Fokus Anak Muda

 

Masih sama seperti fokus sebelumnya, IFAD tetap mempertajam fokus pada program yang menyasar anak-anak muda. “Kami juga akan mempertajam fokus kami pada kaum muda untuk memenuhi salah satu tantangan paling mendesak yang dihadapi dunia saat ini,” tegas Houngbou.

Houngbo mengatakan komitmen baru dari negara-negara anggota untuk mengakhiri kelaparan dan kemiskinan di 2030 merupakan bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/ SDGs). Sehingga berinvestasi dalam pembanguman jangka panjang menjadi sangat penting untuk dilakukan.

“Kami percaya bahwa IFAD memiliki peran unik, tidak hanya sebagai investor, tapi juga sebagai broker tepercaya, perakit keuangan pembangunan, dan inovator terbukti yang berbagi pengetahuan dan keahliannya,” katanya.

 

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment