Koran Jakarta | September 23 2018
No Comments
Keluarga Korea I Acara Reuni Baru Bisa Berlangsung Lagi Setelah Tiga Tahun

Keluarga Dua Korea Bertemu dalam Reuni Tiga Hari di Gunung Kumgang

Keluarga Dua Korea Bertemu dalam Reuni Tiga Hari di Gunung Kumgang

Foto : REUTERS/Kevin Lamarque /KCNA
makan malam l Para keluarga lansia dari Korea Utara dan Korea Selatan bersulang sebelum acara makan malam bersama dalam acara reuni keluarga Korean yang digelar di kawqasan Resort Gunung Kumgang, Korea Utara, Senin (20/8).
A   A   A   Pengaturan Font

Kegembiraan dan keharuan terpancar dari para lansia, baik yang berasal dari Korea Selatan maupun dari Korea Utara yang bertemu dalam acara reuni keluarga dua Korea.

 

Pyongyang - Puluhan warga Korea Selatan yang lanjut usia akhirnya bertemu dengan sanak keluarga mereka yang berada di Utara pada Senin (20/8). Pertemuan ini adalah yang pertama kalinya sejak perselisihan di Semenanjung Korea tujuh dekade yang lalu. Reuni tiga hari ini merupakan salah satu bentuk pencairan diplomatik antara Korea Selatan dan Utara dan dilangsungkan di sebuah resort indah di Gunung Kumgang, Korea Utara.

Perang Korea yang terjadi pada 1950 sampai 1953 telah memisahkan jutaan keluarga dari kedua negara yang tinggal di semenanjung tersebut. Permusuhan pun berhenti dengan gencatan senjata daripada perjanjian damai, membuat secara teknis kedua negara tersebut masih berperang sehingga menjadi Zona Demiliterisasi.

Konvoi 89 lansia tersebut pun yang kebanyakan orang berusia lanjut berangkat dikawal oleh polisi dan tenaga medis dari pelabuhan Sokcho di Korea Selatan dan menyebrangi Zona Demiliterasi ke Utara.

Di antara kelompok itu terdapat Lee Keum-Seom, 92 tahun, yang ingin melihat putranya untuk pertama kalinya sejak mereka terpisahkan saat mereka melarikan diri. Kala itu putranya berusia empat tahun dan sekarang 71 tahun.

“Saya tidak pernah membayangkan hari ini akan datang. Saya bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak,” katanya.

Sementara lebih dari 57 ribu warga Korea Selatan telah mendaftarkan diri untuk mendapat kesempatan bertemu kerabat mereka di Korea Utara. Tetapi hanya 93 orang yang dipilih untuk mengikuti babak terbaru reuni singkat ini

Selama tiga hari ke depan, para peserta reuni hanya akan menghabiskan sekitar 11 bersama di bawah pengawasan agen Korea Utara. Mereka hanya akan memiliki tiga jam pribadi sebelum dipisahkan sekali lagi pada hari Rabu mendatang.

Lim Eung-bok, yang bertemu saudara laki-lakinya dan keluarganya, mengatakan “Saya memiliki banyak hal yang ingin saya katakan tetapi ada banyak pembatasan.”

Reuni tersebut dilanjutkan setelah tiga tahun absen semenjak Korea Utara mempercepat pengejarannya membuat senjata nuklir dan rudal balistik serta hubungan keduanya yang sempat memburuk.

Namun setelah pencairan diplomatik, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In setuju untum memulai kembali KTT pertama mereka pada bulan April di DMZ.

Kedua Korea itu telah membahas kerja sama di berbagai bidang di pertemuan antar para pejabat tersebut. Sementara itu, Kim dan Presiden AS Donald Trump yang mengadakan pertemuan puncak di Singapura bulan Juni lalu, belum menjelaskan konsesi apa yang Pyongyang bersedia lakukan terhadap persenjataan nuklirnya dan Washington juga menginginkan pertahanan tekanan sanksi terhadap nuklir Pyongyang. 

 

AFP/gma/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment