Kemendag Bersikukuh Relaksasi Impor | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 4 2020
No Comments
Sinergi Antarkementerian

Kemendag Bersikukuh Relaksasi Impor

Kemendag Bersikukuh Relaksasi Impor

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Silang pendapat antara Kementerian Perda­gangan (Kemendag) bersama Kementerian Pertanian (Ke­mentan) soal relaksasi impor bawang putih dan bawang bombai berbuntut panjang. Terkini, Kemendag menegas­kan kebijakan itu sudah atas kesepakatan antara sejumlah lembaga terkait.

Kemendag menjelaskan, da­lam Rapat Koordinasi Teknis Kebijakan Hortikultura pada 24 Maret lalu, Kepala Badan Karantina Kementan mengata­kan prosedur karantina untuk produk impor bawang putih dan bawang bombai yang dilakukan dalam rangka keamanan pa­ngan, tanpa mempersyaratkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk pe­masukan barang.

Dengan penghapusan perse­tujuan impor (PI), maka seluruh persyaratan izin oleh Mendag, termasuk Rekomendasi untuk PI bawang putih dan bawang bombai tidak diperlukan lagi. Hal itu seperti yang berlaku pada buah kiwi, plum, leci, pir dan almond yang selama ini ti­dak tercantum dalam lampiran Permentan No 39 Tahun 2019 ti­dak memerlukan izin impor dan rekomendasi.

“Dengan demikian bawang putih dan bawang bombai bisa dikategorikan sama perlakuan­nya dengan produk-produk tersebut,” tegas Dirjen Perda­gangan Luar Negeri Kemendag, Indrasari Wisnu Wardhana di Jakarta, Rabu (25/3).

Kemendag, selanjutnya, mengimbau semua pihak me­mahami situasi pandemik virus korona atau Covid-19 ini dan mengambil berbagai langkah cepat untuk mengamankan ke­butuhan pangan masyarakat. “Kepada para importir diminta segera memanfaatkan relaksasi ini dengan baik guna meme­nuhi pasokan di dalam negeri,” tambah Wisnu.

Wisnu menjelaskan kebi­jakan penghapusan PI serta laporan surveyor (LS) bawang putih dan bawang bombai se­perti yang termuat dalam Per­mendag No.27/2020 tentang Perubahan atas Permendag No. 44/2019 tentang Ketentuan Im­por Produk Hortikultura bersifat sementara karena hanya berlaku hingga 31 Mei mendatang.

Diharapkan dengan cara itu tidak ada kelangkaan dan lon­jakan harga yang signifikan di masyarakat, utamanya dalam menghadapi dampak wabah Covid-19 dan menjelang Ra­madan serta Idul Fitri 1441 H. Dasar arahan Presiden ialah melihat lonjakan harga bawang putih sempat menembus dalam sebulan terakhir yang menem­bus 70.000 per kilogram (kg) dan bawang bombai mencapai 140 ribu per kg. n ers/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment