Kemenhub dan Kepolisian Lakukan Penyelidikan Komprehensif | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, Terkait Kecelakaan PO Purnama Sari di Ciater

Kemenhub dan Kepolisian Lakukan Penyelidikan Komprehensif

Kemenhub dan Kepolisian Lakukan Penyelidikan Komprehensif

Foto : ISTIMEWA
Budi Setiyadi
A   A   A   Pengaturan Font
Musibah di jalan raya yang memakan korban jiwa kembali terjadi. Kali ini kecelakaan yang menimpa sebuah bus pariwisata dari Perusahaan Otobus (PO) Purnama Sari pada Sabtu (18/1) kemarin.

Kecelakaan tunggal ini terjadi di jalan raya jurusan Bandung–Subang Kp Naggrok, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait kecelakaan yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia ini, Koran Jakarta mewawancarai Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, di Jakarta, Minggu (19/1). Berikut petikannya.

Komentar terkait kecelakaan bus di Subang?

Iya, pertama-tama kami turut berduka cita dan ber belasungkawa atas meninggalnya korban dalam kecelakaan ini. Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Untuk update terbaru saat ini, kami bersama pihak kepolisian juga sedang mengusut kejadian ini.

Untuk kronologis kejadian?

Kronologis kejadian yaitu pada Sabtu (18/1) terjadi sekitar pukul 17.23 WIB di jalan raya jurusan Bandung–Subang tepatnya di Kp Naggrok, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, bus bernomor polisi E 7508 W yang dikemudikan oleh sopir Dede Purnama ini melaju lebih kencang dari sebelumnya. Para penumpang juga sempat meminta kepada sopir untuk memperlambat laju kendaraan, namun diperkirakan kendaraan hilang kendali sehingga sopir membanting kendaraan ke sebelah kanan untuk menghindari kendaraan yang berada di depan. Akibatnya, bus tersebut terguling ke arah kanan.

Ada berapa orang dalam bus tersebut?

Bus tersebut berisi 38 orang rombongan Kader Posyandu Kelurahan Bojong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Semula bus mengantarkan rombongan ke lokasi wisata Gunung Tangkuban Perahu untuk selanjutnya kembali ke Depok.

Untuk jumlah korban?

Dari data yang diperoleh, selain korban meninggal delapan orang, terdapat korban luka berat sebanyak 10 orang dan luka ringan 20 orang.

Hasil penyelidikan awal?

Temuan sementara dari pihak kepolisian yaitu saat kecelakaan juga ditemukan posisi gigi persneling berada di gigi 4. Data kendaraan yang tertera dalam STNK ternyata tidak sesuai dengan fisik kendaraan. Berdasarkan data pengujian kendaraan domisili, kendaraan dimodifikasi setelah uji berkala di pengujian Majalengka. Selain itu, kartu pengawasan sudah habis masa berlaku pada 19 Mei 2017.

Bagaimana dengan Uji berkala bus?

Bus tersebut melakukan modifikasi sesudah melakukan uji berkala di Majalengka. Terakhir bus ini melakukan pengujian pada 8 Oktober 2019, masa berlaku ujinya enam bulan maka diperkirakan akan habis pada 8 April 2020 ini.

Langkah yang akan dilakukan setelah ini?

Saat ini, kasus ini juga sedang dalam proses penanganan oleh Polres Subang. Kami juga masih menunggu hasil penyelidikan komprehensif yang dilakukan bersama dengan pihak Kepolisian.

 

muhammad zaki alatas

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment