Koran Jakarta | April 20 2018
No Comments

Kesehatan Gigi dan Rongga Mulut Dijaga Sedini Mungkin

Kesehatan Gigi dan Rongga Mulut Dijaga Sedini Mungkin
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Tubuh Sehat, Giginya?

Penulis : drg Pramono Rendro Pangarso, M Kes

Penerbit : Qanita

Cetakan : Okotober 2017

Tebal : xii + 148 halaman

ISBN : 978-602-402-088-0

Buku ini menyajikan cara benar menjaga kesehatan gigi dan mematahkan mitos di masyarakat. Kesehatan gigi dan mulut sangatlah penting baik untuk fungsional (mengunyah atau bicara) maupun estetika (senyum dan lain-lain). Kesadaran memeriksakan gigi dan mulut idealnya dilakukan sedini mungkin.

Masalah yang kadang muncul adalah fluorosis atau kelebihan fluoride, bercak putih di gigi. Fluoride sendiri adalah mineral yang memperkuat email gigi dan melindungi terhadap karies (lubang gigi). Memang fluoride ini panting untuk gigi, tapi jika berlebihan bisa menjadi bahaya.

Maka, semua harus menghindari atau mengurangi makanan dan minuman yang mengandung fluoride, seperti ikan, anggur, teh, dan minuman ringan lainnya (hal 3). Cara menyikat gigi harus benar agar tetap sehat. Caranya, dengan teknik basf yaitu dari merah ke putih (dari arah gusi ke gigi). Gigi disikat dengan gerakan memutar dan merata ke seluruh permukaan gigi.

Jangan menyikat gigi terlalu keras dan horizontal karena gigi bisa mengalami abrasi atau hilangnya email atau lapisan luar yang melindungi gigi (hal 64). Perlu diketahui, gigi sangatlah sensifit. Ketika selembar serat daging menempel di gigi, pasti akan terasa sangat mengganggu. Padahal ketebalannya mungkin hanya 0,1 milimeter. Karena itu, rasa sakit biasa pun akan amat serius jika terjadi di daerah mulut. Singkatnya, gangguan sedikit pada gigi dan mulut dapat membawa dampak buruk besar bagi kesehatan (hal 67).

Mitos yang paling sering terdengar, mencabut gigi bisa mengakibatkan kebutaan. Padahal faktanya bukan seperti itu. Runtutan saraf mata dan mulut secara jelas tidak ada hubungan. Hanya, jika ada pasien yang berbohong bahwa giginya masih sakit dan memaksa dicabut, ada kemungkinan kuman di gigi masuk ke dalam pembuluh darah kapiler. Ini bisa menyumbat pembuluh darah yang mengalir ke mata, sehingga pemandangan akan kabur, bukan buta. Kejadian itu bisa disembuhkan dengan antibiotik dosis tinggi (hal 70).

Maka, sangat penting diketahui, mencabut gigi tidak boleh dalam keadaan gigi sakit ataupun gusi bengkak berisi nanah. Di era moderen, sebenarnya gigi berlubang sampai terkena sarafnya bisa ditambal, tetapi harus dirawat dulu menggunakan teknik endodontik. Ini teknik mewarat saluran akar gigi dan mengisinya dengan bahan-bahan pengisi saluran akar. Pengisian ini membuat gigi tidak perlu dicabut.

Ada mitos gigi kiri berlubang, lalu diikuti bagian kanan. Ada yang mengatakan akibat ulat menyebar ke gigi lain. Tentu saja anggapan itu keliru. Ini terjadi karena naluri. Ketika gigi sakit karena berlubang, secara otomatis kita tidak menggunakan gigi tersebut untuk mengunyah. Kita akan memilih menggunakan gigi di sebelahnya untuk menguyah.

Pengunyahan secara terus menerus inilah yang lama kelamaan membuat gigi lain ikut rusak juga, berlubang, dan abrasi, sehingga sakit. Selain membahas berbagai keluhan gigi, buku juga memaparkan pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut karena cerminan kesehatan diri secara utuh. Sebab gambaran penyakit tubuh bisa terlihat dari rongga mulut.

Tidak ketinggalan dijelaskan pula tentang beberapa tanaman obat yang bisa membantu menjaga kesehatan gigi seperti bawang putih yang memiliki antibiotik alami. Jahe memiliki khasiat untuk menghilangkan bengkak dan sakit. Intinya, penting menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut sedini mungkin. 

Diresensi Ratnani Latifah, Alumna Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara, Jateng

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment