Koran Jakarta | August 19 2017
No Comments

Kesiapan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2017 (1438 H)

Kesiapan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2017 (1438 H)

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Seperti tahun sebelumnya, pada tahun ini pelaksanaan angkutan laut Lebaran, akan dimulai H-15 hingga H+15 libur Idul Fitri atau 10 Juni hingga 11 Juli 2017 dengan pemantauan di 52 pelabuhan.Tahun ini, Pemerintah memprediksi penumpang angkutan laut Lebaran, akan mengalami kenaikan sekitar tiga persen menjadi 1.724.748 penumpang dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar 7,33 persen yakni 1.674.513.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) A Tonny Budiono mengemukakan, dari 52 pelabuhan yang dipantau Ditjen Hubla, ada 20 pelabuhan dengan penumpang tertinggi setiap tahunnya. Ke 20 pelabuhan itu diantaranya Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Ternate, Tanjung Perak (Surabaya), Sungai Pakning, Tanjung Batu Kundur, Tanjung Uban, Tarakan, dan Makassar. Selanjutnya pelabuhan Baubau, Dumai, Selat Panjang, Sorong, Parepare, Balikpapan, Ambon, Tanjung Emas (Semarang), Nunukan, dan Pelabuhan Kendari.“Kami menyiapkan 1.278 unit kapal penumpang milik PT Pelni dan swasta untuk angkutan laut Lebaran tahun 2017 ini, meningkat lima unit dari tahun sebelumnya 1.273,” kata Tonny di Jakarta, belum lama ini.

Sedangkan untuk memastikan kelaiklautan kapal angkutan laut Lebaran, Tonny menyelenggarakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang yang sudah dimulai sejak 17 April 2017. Pada masa Angkutan Lebaran tahun ini Ditjen Hubla melakukan inovasi baru dalam pemantauan dan pengawasan pelaksanaan angkutan Lebaran. B

eda dari biasanya yang memantau dari 52 pelabuhan dan pemasangan CCTV serta tracking di kapal Pelni dan kapal perintis untuk informasi real time. Tahun ini, Ditjen Hubla juga meningkatkan layanan melalui penerapan aplikasi pelaporan angkutan Lebaran dengan kapal melalui online.

“Selain fokus utama pemantauan di 52 pelabuhan yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang pada masa mudik Lebaran, kami juga menyiapkan aplikasi sistem pelaporan angkutan laut Lebaran yang dapat diakses melalui smartphone dan komputer,” katanya.

Tonny mengajak jajarannya untuk dapat mendiskusikan kesiapan angkutan laut Lebaran 2017 dengan sungguh-sungguh, mencakup kesiapan posko, armada, pelabuhan, prediksi penumpang, rencana operasi dan pelaporan kegiatan serta evaluasi.

Sumbang Pemikiran

Tonny berharap kepada seluruh jajaran Ditjen Hubla dapat menyumbangkan pemikiran dan pengalamannya dari penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun-tahun sebelumnya.

“Ditjen Hubla, memiliki tanggung jawab dan tugas mulia untuk memberikan pelayanan jasa transportasi yang selamat dan terjangkau bagi masyarakat luas,” katanya.

Pada masa angkutan Lebaran, pada umumnya masyarakat melakukan perjalanan pada waktu bersamaan dengan berbagai tujuan, untuk menyikapi kondisi tersebut, Ditjen Hubla secara rutin selenggarakan angkutan Lebaran.

Sedangkan Kemenhub sebagai koordinator Angkutan Lebaran 2017 sudah mempersiapkan infrastruktur dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran mendatang. Kemenhub juga meningkatkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan seperti Mabes Polri, Kementerian PUPR, PT Jasa Marga, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM dan PT Pertamina sudah dilakukan untuk penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017 yang lebih baik dan manusiawi. mza

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment