Koran Jakarta | June 26 2017
No Comments

Ketika Ketapang Punya Ikon Baru

Ketika Ketapang Punya Ikon Baru

Foto : Koran Jakarta/Peri Irawan
FOTO BERSAMA - Pelajar mengabadikan kenangan dengan latar belakang Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (25/5). Masjid ini jadi icon baru Kota Ketapang.
A   A   A   Pengaturan Font

Berada tepat di depan pendopo Bupati Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah masjid megah baru saja diresmikan. Masjid yang bisa menampung 6 ribu jamaah ini, digadang-gadang bakal menjadi ikon baru di Tanah Kayong. Seperti terlihat pada Kamis (25/5), ratusan warga sudah mulai memadati halaman masjid tersebut. Beberapa malah asyik berswa foto untuk mengabadikan dirinya di depan rumah ibadah umat islam ini. Masjid ini bakal menjadi kebanggaan masyarakat Ketapang, Kalimantan Barat.

Sedikitnya, ada 6 kubah kecil dan 4 kubah besar mengapit satu kubah utama yang ada di tengah-tengah menghiasi Masjid tersebut. Empat menara di setiap penjurunya, terlihat kokoh berdiri menambah kegagahan bangunan senilai 62 miliar rupiah tersebut. Pembangunan masjid ini, sedikitnya memakan waktu lebih dari lima tahun. Dengan interior bergaya Melayu dan nuansa Arab, massjid ini bakal diburu warga disaat bulan Ramadhan tahun ini. Terlebih, beberapa material Masjid sengaja didatangkan dari luar negeri untuk menambah kecantikannya. Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, kini berukuran lebih besar, seluas 3 ribu meter persegi.

Menurut Ketua Yayasan Al-Ikhlas, H. Yusman, pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang menelan biaya hingga 62.582.760.000 rupiah. Biaya ini, sebagian besar ditanggung oleh APBD Kabupaten Ketapang, dan disumbang beberapa donatur seperti dari Ketua DPD RI, Osman Sapta Odang. “Masjid ini mulai dibangun tahun 2011 dan rampung awal tahun 2017 kemarin dengan biaya mencapai 62.582.760.000 rupiah. Selain dari APBD, pembangunan Masjid ini juga dibantu oleh Pak Osman Sapta, Ketua DPD RI,” ujar Yusman, di Ketapang, Kamis . Dia mengatakan, Masjid itu dibangun di atas lahan 3 hektar, tepat di sebelah Masjid Al- Ikhlas dulu, yang kini dirobohkan.

Dia berharap, Masjid agung ini akan menjadi ikon baru Ketapang dan menjadi kebanggaan masyarakatnya. Solidin, 43 tahun, Kampung Sampit, Deltabawan, Ketapang, Kalbar mengaku bangga dengan kokohnya masjid tersebut. Apalagi, massjid ini memiliki ornamen khas melayu yang akan menjadi daya tarik wisata di Ketapang. “Dulunya di samping itu Masjid Agung Al-Ikhlas tapi tidak permanen. Dibuat hanya dari kayu dan beratap seng. Nggak terlalu besar dan nggak semegah sekarang. Kalau sekarang, interiornya agak Melayu kearab-araban. Kalau dulu, cuma masjid biasa saja,” katanya. 

 

peri irawan/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment