Koran Jakarta | August 25 2019
No Comments
Rusuh 22 Mei - Senjata Api Sitaan GAM Masih Layak Digunakan

Kivlan Zen Pemberi Perintah Pembunuhan 4 Tokoh

Kivlan Zen Pemberi Perintah Pembunuhan 4 Tokoh

Foto : Sumber: Polri - KORAN JAKARTA/ONES
A   A   A   Pengaturan Font

>> Kivlan Zen memberikan uang 150 juta rupiah kepada HK untuk membeli beberapa senjata api.

>> Selain empat tokoh, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, juga menjadi target.

JAKARTA – Kepolisian RI mengung­kap keterlibatan mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zen (KZ), dalam rangkaian kerusuhan 22 Mei 2019 pada kasus rencana pembunuhan em­pat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei. Polisi menyebut Kivlan berperan sebagai pemberi perintah.

“Keterlibatan KZ berdasarkan fakta, keterangan saksi dan barang bukti, de­ngan adanya petunjuk dan kesesuaian mereka bermufakat melakukan pembu­nuhan berencana terhadap empat to­koh nasional dan satu direktur eksekutif lembaga survei,” kata Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6).

Ade Ary menjelaskan, keenam ter­sangka kasus percobaan pembunuhan adalah HK sebagai ketua, AZ, IF, TJ, AD, serta AF. Mereka saat ini sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut untuk meng­ungkap keterlibatan yang lain.

Peran Kivlan selanjutnya adalah memberikan uang 150 juta rupiah ke­pada HK alias Iwan untuk membeli be­berapa pucuk senjata api. Setelah men­dapat empat senjata api, Kivlan masih menyuruh HK mencari satu senjata api laras panjang lainnya karena dianggap belum memenuhi standar.

Kemudian, Kivlan memberikan tar­get operasi yang akan dieksekusi, yaitu empat orang tokoh nasional dan pim­pinan lembaga survei. KZ disebut mem­berikan uang kepada IR untuk mengin­tai target, khususnya pimpinan lembaga survei, Yunarto Wijaya.

Kivlan diketahui mendapat uang itu dari Habil Marati alias HM, politikus se­nior PPP. “Tersangka HM ini berperan yang pertama memberikan uang, uang yang diterima KZ (Kivlan Zein) itu ber­asal dari tersangka HM,” kata Ade Ary.

Tersangka HM juga disebut memberi­kan 60 juta rupiah pada tersangka HK untuk operasional membeli senjata api. Senjata itu diduga akan digunakan dalam melancarkan aksi rencana pembunuhan.

Tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menteri Ko­ordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan, Ke­pala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere. Di­rektur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, juga menjadi target.

Dalam keterangan pers itu, poli­si juga memutar video pernyataan dari tersangka HK alias Iwan terkait kejadian pada 21 dan 22 Mei. Iwan yang ditangkap 21 Mei 2019 mengaku diperintahkan oleh Kivlan untuk membeli senpi pada Maret di sekitar Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Saya diamankan polisi 21 Mei ter­kait ujaran kebencian kepemilikan sen­pi dan keterkaitan saya dengan senior saya, jenderal saya yang saya hormati banggakan Bapak Mayjen Kivlan Zen. Pada bulan Maret, saya dan saudara ketemu Kivlan Zen di Gading. Di tempat tersebut, saya diberi uang 150 juta ru­piah untuk beli senjata laras pendek dua pucuk, dan panjang dua pucuk, dalam bentuk dollar Singapura,” kata Iwan.

Sitaan GAM

Sementara itu, terkait kepemilikan sen­jata api Mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI Purn Soenarko, Kepala Sub-Direktor­at I Dittipidum Bareskrim Polri, Komisaris Besar Daddy Hartadi, menjelaskan senja­ta yang berasal dari sitaan milisi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) semasa Soenarko masih aktif bertugas, hingga diselundup­kan ke Bandara Soekarno-Hatta.

“Dugaan tindak pidana yang dikena­kan yakni terkait tanpa hak menerima menyimpan menguasai membawa me­nyerahkan senjata api ilegal,” kata Daddy.

Terhadap senpi yang menjadi objek perkara, Daddy menyatakan polisi su­dah melakukan penelitian uji balistik. Merek dan logo telah dihapus, namun nomor seri masih terlihat.

“Kesimpulannya berdasarkan hasil pemeriksaan, pucuk senjata api itu ada­lah laras panjang menyerupai M4 car­bine dan dapat berfungsi dengan baik dan dapat ditembakkan,” kata Daddy. tri/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment