KPK Geledah Tiga Lokasi di Sidoarjo | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Dugaan Penyuapan I OTT Bukti KPK Tidak Alami Pelemahan

KPK Geledah Tiga Lokasi di Sidoarjo

KPK Geledah Tiga Lokasi di Sidoarjo

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Publik harus ikut mengawasi pelaksanaan proyek di daerah, mulai dari pembahasan anggaran hingga pelaksanaan di lapangan guna mencegah penyuapan.

 

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah tiga lokasi di Ka­bupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (10/1). Penggeledahan ini merupakan bagian dari pe­nyidikan kasus dugaan suap terkait dengan pengadaan pro­yek infrastruktur yang men­jerat Bupati Sidoarjo periode 2010-2015 dan 2016-2021, H Saiful Ilah.

“Penggeledahan rumah di Jalan Yos Sudarso 6 Nomor 1A, Sidoarjo, Jawa Timur; Kan­tor Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo; dan rumah di Desa Janti, Kecamatan Tarik, Kabu­paten Sidoarjo,” kata pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Penin­dakan KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Jumat (10/1).

Namun, Ali belum merin­cikan barang bukti apa saja yang diamankan penyidik dari penggeledahan sejumlah tem­pat tersebut. Penggeledahan yang dilakukan di Sidoarjo ini sudah dibekali izin dari Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh salah seorang anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris. “Un­tuk Sidoarjo sudah minta izin dan sudah diberikan,” kata Sy­amsuddin.

Diketahui sebelumnya, da­lam melakukan penindakan termasuk di antaranya peng­geledahan, diperlukan izin De­was KPK. Hal ini sesuai dengan amanat UU KPK baru yakni UU Nomor 19 Tahun 2019. Dalam kasus ini, selain Bupati, terda­pat lima tersangka lain.

Mereka adalah tiga orang diduga sebagai penerima yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bina Marga, dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Sunarti Setyaning­sih (SST); Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU, BMSDA Kabupaten Sidoarjo, Judi Tetrahastoto (JTE); dan Kepala Bagian Unit Pelayanan Pengadaan Pemkab Sidoarjo, Sanadjihitu Sangadji. Diduga sebagai pemberi dalam kasus ini pihak swasta yaitu Ibnu Ghopur (IGR) dan Totok Su­medi (TSM).

Diduga Bupati Saiful menerima uang total 550 juta rupiah dari kontraktor Ibnu Ghopur. Sebagai rincian, peny­erahan uang dari Ibnu kepada Bupati sebesar 350 juta rupiah dalam tas ransel melalui N (Novianto), ajudan Bupati di rumah dinas Bupati pada saat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Se­lasa (7/1). Kemudian, uang se­besar 200 juta rupiah diduga diterima Bupati pada bulan Oktober 2019 lalu.

Tak Alami Pelemahan

Wakil Ketua Komisi Hu­kum DPR dari Fraksi Nasdem, Ahmad Sahroni, mengatakan KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri tidak mengalami pelemahan. Hal itu dibuktikan dengan gebrakan penyidik KPK menangkap Wahyu Setiawan, komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) lewat OTT.

OTT membuktikan kepada masyarakat bahwa Firli Cs la­yak dipercaya dan didukung kiprahnya memberangus prak­tik korupsi. Terlebih sehari sebelumnya, Selasa (7/1) KPK juga membuka prestasi awal tahun dengan melakukan OTT Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah,” kata Sahroni.

Menurut Sahroni, selama ini masih banyak suara-suara yang meragukan komitmen mereka dalam memberantas korupsi. Kini mereka mem­buktikannya lewat kinerja. Pe­nangkapan besar selama dua hari berturut-turut melalui OTT membuktikan kepemim­pinan Firli Cs tetap garang ter­hadap para pelaku korupsi.

Sahroni optimistis KPK di bawah kepemimpinan mer­eka akan semakin membuat KPK menjadi momok korup­tor dan mampu bersinergi lebih baik dengan penegak hukum lainnya. Dengan du­kungan masyarakat luas dan elemen bangsa lain, KPK di bawah kepemimpinan Firli diyakininya akan tetap men­jadi lembaga pemberantas ko­rupsi seperti yang diharapkan masyarakat.

Dengan demikian suara sumbang seputar upaya pele­mahan KPK yang pernah be­gitu santer terdengar diharap­kan justru berubah menjadi dukungan yang luar biasa.

“Komisi III sebagai lem­baga politik yang menguji kelayakan mereka pun turut bangga dan menaruh apresi­asi terhadap capaian di awal kepemimpinan mereka,” tutur Sahroni.

Dia berharap agar ke de­pan Firli dan kawan-kawan mampu konsisten membukti­kan komitmen mereka lewat kinerja-kinerja di KPK. Kinerja nyata dalam upaya pencega­han dan penindakan terhadap praktik-praktik korupsi yang sudah sebegitu masif meng­gerogoti bangsa dan negara ini. ola/ion/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment