Koran Jakarta | June 24 2018
No Comments
Kasus Suap - Hakim Wahyu Widya Kerap Perdagangkan Perkara

KPK Geledah Tiga Lokasi

KPK Geledah Tiga Lokasi

Foto : ANTARA/Muhammad Iqbal
DISEGEL KPK - Seorang jurnalis melihat ruangan hakim Wahyu Widya Nurfitri yang disegel KPK dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Tangerang, Tangerang, Banten, Selasa (13/3).
A   A   A   Pengaturan Font
KPK berharapkan dengan ditemukannya bukti-bukti baru tersebut maka akan mengungkapkan kasus ini secara lebih dalam.

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di tiga lokasi untuk mendalami kasus suap yang melibatkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Wahyu Widya Nurfitri.

“Ada tiga lokasi yang digeledah, yaitu kantor tersangka hakim Wahyu dan Panitera Pengganti, Tuti Atika, di PN Tangerang, rumah dinas hakim Wahyu di Kompleks Kehakiman Tangerang, dan kantor tersangka pengacara HM Saipudin dan Agus Winarto di Kebon Jeruk, Jakarta Barat,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, yang dikonfirmasi, Rabu (14/3).

Ia menambahkan, untuk mengeledah di tiga tempat tersebut, penyidik KPK menurunkan tiga tim yang dilakukan sejak Selasa (13/3) pukul 23.00 WIB hingga Rabu (14/3) pukul 03.00 WIB dini hari. Pada pengeledahan tersebut, pihaknya menemukan barang bukti tambahan yang dibutuhkan untuk memperkuat pengungkapan kasus ini.

Febri menjelaskan, dari lokasi tim menyita sejumlah dokumen terkait perkara yang sedang ditangani.Dari rumah dinas hakim Wahyu ditemukan bagian dari uang yang diduga merupakan penerimaan pertama sebesar 7.450.000 rupiah dalam amplop cokelat yang bertuliskan nama kantor hukum salah satu tersangka.

“Kami berharapkan dengan ditemukannya bukti-bukti baru tersebut maka akan mengungkapkan kasus ini secara lebih dalam. Bahkan, jika bisa akan terungkap kasus-kasus lain yang berkaitan dengan para tersangka tersebut,” kata Febri.

 

Laporan Masyarakat

 

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, mengatakan pihaknya telah menerima beberapa laporan dari masyarakat terkait perilaku penerimaan suap hakim Pengadilan Negeri Tangerang, Wahyu. Bahkan, informasi yang diterima oleh pihaknya, Hakim Wahyu terindikasi kerap memperdagangkan perkara.

“Tapi, kami belum memiliki cukup bukti sehingga tidak melakukan penindakan saat itu. Kalau sekarang, karena sudah memiliki bukti, kami langsung melakukan penindakan,” katanya. Dan akhirnya, kata Basaria, informasi bahwa pada awal Maret 2018, advokat Agus Wiranto bersua dengan Panitera Pengganti, Tuti Amalia, yang mengatakan bahwa putusan perkara perdata wanprestasi yang didaftarkan oleh Agus Wiratno akan dibacakan pada 8 Maret 2018.

Informasinya, kubu Agus akan dikalahkan oleh hakim sehingga terjadi permintaan agar dimenangkan dalam kasus ini. Basaria melanjutkan, pada 7 Maret 2018, Agus Saepudin atas persetujuan atasannya Saepuddin, menyerahkan uang tujuh juta rupiah kepada Tuti Amalia yang kemudian diteruskan ke hakim Wahyu Widya Nurfitri.

Akan tetapi, sang hakim mengatakan bahwa uang tersebut kurang, sehingga akhirnya terjadi kesepakatan total jumlah yang diserahkan sebesar 30 juta rupiah.

Namun, sampai 8 Maret 2018, sisa uang sebesar 22,5 juta rupiah belum diserahkan, dan Wahyu sebagai ketua majelis hakim menunda sidang hingga 13 Maret 2018. Sehari sebelum pembacaan putusan, Agus Wiratno membawa uang 22,5 juta rupiah tersebut dan menyerahkan langsung kepada Tuti Amalia.

 

mza/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment