KPK Serius Usut Kasus Maxpower | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 23 2017
No Comments
Dugaan Penyuapan - Penyidik KPK Terus Kumpulkan Data dari Berbagai Pihak

KPK Serius Usut Kasus Maxpower

KPK Serius Usut Kasus Maxpower

Foto : ANTARA/Didik Suhartono
A   A   A   Pengaturan Font

Penyidik KPK terus mengumpulkan data untuk mengusut tuntas dugaan penyuapan yang dilakukan perusahaan Amerika Serikat, Maxpower ke pejabat di Indonesia.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serius menindaklanjuti dugaan suap yang dilakukan perusahaan Amerika Serikat (AS), Maxpower, kepada pejabat di Indonesia. Penyidik KPK meminta data ke Maxpower untuk tambahan bahan dalam mengusut dugaan suap ini.

“Untuk mengusut hal ini, KPK berkirim surat kepada Maxpower dan meminta data mereka. Hal ini lantaran data yang dimiliki KPK terkait dugaan suap tersebut masih sangat minim,” kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, di Jakarta, Kamis (17/11).

Dengan data tersebut, tambah Yuyuk, KPK dapat menentukan langkah lebih lanjut terkait dugaan suap tersebut. Setelah dapat informasi itu, baru ditentukan langkah lebih lanjut.

Langkah Serius

Menurut Yuyuk, sebagai langkah keseriusan pihaknya mengusut kasus tersebt, belum lama ini Ketua KPK, Agus Raharjo dan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang berkunjung ke kantor Federal Berau Investigation (FBI) untuk menelusuri dugaan suap Maxpower tersebut.

Sebelumnya Agus mengatakan data dari FBI mengenai dugaan suap Maxpower juga terbatas. Keterbatasan itu lantaran data sudah diserahkan kepada pihak yang mengusut kasus ini, yakni Departemen Kehakiman AS.

“Khusus kunjungan ke AS memang terjadi diskusi dengan FBI, tapi ternyata sudah dilaporkan ke Departemen Kehakiman AS. Ternyata FBI sendiri bahannya sangat minim, bahkan lebih banyak KPK informasinya. Padahal di KPK sendiri kami melihat datanya belum begitu lengkap,” kata Agus.

Seperti diketahui, Departemen Kehakiman AS menginvestigasi Standard Charterd PLC atas dugaan penyuapan untuk memenangkan kontrak pembangkit listrik di Indonesia. Standar Chartered merupakan pemegang saham terbesar Maxpower setelah tahun lalu menyuntikkan dana tunai sebesar 60 juta dollar AS sehingga mencapai total investasi sebesar 143 juta dollar AS.

Internal audit yang dilakukan terhadap Maxpower Group, kontraktor pembangunan pembangkit listrik di Asia Tenggara menunjukkan adanya kemungkinan praktik suap dan pelanggaran hukum lain.

Sumber Wall Street Journal menyebutkan penyelidikan Departemen Kehakiman AS mengarah pada dugaan adanya pelanggaran undang-undang antikorupsi ketika eksekutif Maxpower memfasilitasi penyuapan untuk memenangkan kontrak pembangkit listrik dan melicinkan bisnisnya dengan pejabat bidang energi di Indonesia.

Kejaksaan AS tengah mencari bukti pembiaran yang dilakukan Standard Chartered atas kegiatan yang melanggar hukum itu. Hasil audit internal Maxpower pada 2015 mengindikasikan adanya pembayaran di muka secara tunai dengan nilai lebih dari 750.000 dollar AS pada 2014 dan awal 2015.

Pada Desember 2015, pengacara Sidley Austin LLP yang dikontrak untuk mempelajari hasil audit, menemukan indikasi kuat pegawai Maxpower membayar secara tidak wajar kepada pejabat Indonesia dan sejumlah pihak lain, setidaknya sejak 2012 hingga akhir 2015.

Dilansir dari situs http:// maxpowergroup.com/, Maxpower Indonesia sepanjang 2012 hingga 2015 memenangi beberapa proyek listrik di Indonesia. Perusahaan itu merupakan mitra kerja Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif mengatakan laporan dari otoritas AS juga menyebut nilai uang suap yang diberikan oleh Maxpower kepada penyelenggara negara di Indonesia terbilang besar. “Ada Info yang kami dapatkan dari otoritas AS adalah melibatkan penyelenggara publik dan nilainya besar dan jadi kewenangan KPK,” ujar Syarif.

Departemen Kehakiman AS sebelumnya diketahui sedang menyelidiki dugaan suap yang dilakukan perusahaan pembangkit listrik Maxpower kepada beberapa pejabat Indonesia. Maxpower diduga menyuap pejabat Indonesia antara 2012 hingga 2015 untuk memenangkan kontrak investasi dalam membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik berbahan bakar gas di Indonesia. - mza/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment