KPU Gunakan Sistem Informasi Pencalonan dalam Pilkada 2020 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 4 2020
No Comments
Regulasi Pemilihan | Cegah Pendukung Ganda pada Pencalonan Perseorangan

KPU Gunakan Sistem Informasi Pencalonan dalam Pilkada 2020

KPU Gunakan Sistem Informasi Pencalonan dalam Pilkada 2020

Foto : KORAN JAKARTA/GADIS SAKTIKA
SOSIALISASI PILKADA | Komisioner KPU Pramono Ubaid (kiri), Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik (tengah), dan Ketua KPU Arief Budiman pada acara coffee morning sosialisasi pencalonan Pilkada 2020, di kantor KPU, Menteng, Jakarta, Selasa (18/2).
A   A   A   Pengaturan Font

 

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggunakan sistem informasi pencalonan (Silon) di Pilkada 2020. Penggunaan sistem tersebut untuk menginput data pendukung bagi pasangan calon perseorangan. Silon juga dapat mencegah data pendukung ganda bagi pasangan calon individu.

“Jadi kegandaan internal ini bisa kami pastikan sudah sangat minim. Bisa-bisa tidak ada lagi. Ini yang sudah kami siapkan dalam Silon,” kata Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik, di kantor KPU, Menteng, Jakarta, Selasa (18/2).

Mengingat Pilkada yang diselenggarakan sebelumnya, Evi menuturkan banyak ditemui duplikasi kartu identitas dalam daftar nama pendukung calon perseorangan. Evi tak memungkiri jika di Pilkada 2020, Silon belum bekerja secara maksimal dan KPU belum mewajibkan sistem ini dipakai.

“Ini kemudian banyak ditemui adanya kegandaan internal. Jadi ada yang disebut kegandaan internal adalah satu nama orang bisa muncul berkali-kali. Itu yang dilakukan pada pencalonan kepala daerah yang belum kami wajibkan dengan menggunakan Silon,” katanya.

Siap Diterapkan

Evi menjelaskan penggandaan data pendukung dari pasangan calon perseorangan akan diminimalisasi dengan menggunakan Silon. KPU memastikan sistem ini siap digunakan dan diterapkan pada Pilkada serentak 2020. Silon ini sekarang sistemnya sudah bekerja. Jadi kalau ada indikasi data pendukung itu sama maka dia akan menolak.

Dia memaparkan terdapat lima dari sembilan provinsi yang berpotensi memiliki bakal calon perseorangan. “Jadi masih potensi. Lima provinsi yang ada potensinya sudah mengambil username dan password. Untuk empat provinsi lain kemungkinan besar tidak ada. Sebab, tidak mengambil username dan password sampai sekarang. Padahal sudah masuk jadwal penyerahan syarat dukungan,” kata Evi.

Selain itu, terdapat bakal calon perseorangan di 147 dari 261 kabupaten dan kota yang sudah mengisyaratkan hal tersebut. Potensinya sudah kelihatan, karena mereka sudah meminta akun Silon. Jadi, dari 147 daerah masih diperbaharui. Nanti diberikan data namanamanya,” ujar Evi.

Setiap kabupaten/kota memiliki jumlah calon perseorangan yang berbeda. Menurut Evi, terdapat satu daerah yang memiliki dua hingga tiga calon perseorangan. “Jadi ada beberapa varian. Ada yang satu, dua, dan lima bakal pasangan calon yang saat ini potensinya sudah ada dan sudah kelihatan. Sebab sudah meminta username dan akun,” tukasnya.

Evi menjelaskan Pilkada serentak 2020 akan digelar di 270 daerah, sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Saat ini, tahapan Pilkada memasuki penyerahan syarat minimal dukungan dari bakal calon perseorangan. Untuk tingkat provinsi berlangsung pada 16 sampai 20 Februari 2020, dan kabupaten/ kota berlangsung 19 sampai 23 Februari.

Ketua KPU, Arief Budiman yakin KPU akan terus bekerja secara transparan dan berintegritas. Sebelumnya, KPU didera polemik yang menyeret mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan sebagai tersangka kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) calon anggota legislatif dari PDIP, Harun Masiku. Kasus tersebut menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaganya.

Namun, Arief yakin masih banyak masyarakat yang percaya terhadap kinerja KPU. “Sebab, saya baca di beberapa media yang melakukan survei tentang kepercayaan terhadap KPU, masih cukup tinggi. Kalau dulu kepercayaannya selalu di atas 80%, yang terakhir menurun tapi masih di atas 70%,” kata Arief. dis/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment