KPU Usul Gunakan E-Rekap untuk Menghemat Biaya | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Pesta Demokrasi | Kurangi Penggunaan Kertas dan Ramah Lingkungan

KPU Usul Gunakan E-Rekap untuk Menghemat Biaya

KPU Usul Gunakan E-Rekap untuk Menghemat Biaya

Foto : KORAN JAKARTA/MARIO CAISAR
PERSIAPAN PEMILIHAN | Ketua KPU Arief Budiman (kiri) berbincang dengan Plt Ketua DKPP Muhammad (kedua dari kiri), anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin (tengah), praktisi pemilu dan akademisi Ramlan Surbakti (kedua dari kanan) pada acara refleksi hasil penyelenggaraan pemilu serentak 2019 dan persiapan penyelenggaraan pemilihan serentak 2020, di Jakarta, Rabu (22/1).
A   A   A   Pengaturan Font
Dengan kemajuan teknologi maka pemilihan umum dapat dilakukan dengan menggunakan rekapitulasi elektronik sehingga menghemat biaya.

 

JAKARTA - Komisi Pemilih­an Umum (KPU) mengusulkan untuk menggunakan rekapitu­lasi elektronik (e-Rekap) dan salinan digital dalam pelaksa­naan pemilu ke depan. Usulan ini disampaikan sebagai upaya untuk menghemat biaya logis­tik dan meningkatkan keper­cayaan masyarakat.

“Salah satu solusinya yang sekarang kami gagas adalah e-Rekap dan salinan digital. Salinan hasil pemilu yang di­berikan kepada peserta pemilu secara digital,” kata Ketua KPU, Arief Budiman saat membuka acara refleksi penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 dan per­siapan Pilkada Serentak 2020, di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (22/1).

Arief menyoroti besarnya penggunaan kertas dalam Pemilu 2019. Dari data yang disajikan, tercatat bahwa KPU menggunakan 978.471.901 lembar kertas untuk kertas suara dalam Pemilu 2019. Ke­mudian, untuk sampul seba­nyak 58.889.191 lembar ker­tas, serta formulir sebanyak 130.746.467.309 kertas. Belum lagi, dengan bilik suara yang terbuat dari kardus dan ke­butuhan lainnya.

Kebutuhan logistik pemilu, tambah Arief, bisa dilihat bera­pa jumlah surat suara, kotak suara, bilik suara kemudian formulir. Jadi dengan data ini, juga bisa dilihat, diperkirakan berapa jumlah keperluan ker­tas yang harus digunakan untuk memproduksi logistik pemilu.

Ramah Lingkungan

Menurut Arief, dengan menggunakan e-Rekap dan sa­linan digital akan mengurangi penggunaan kertas, dan lebih ramah lingkungan serta akan menghemat anggaran dari penyelenggaraan Pemilu. “Itu tidak hanya memperbaiki sis­tem pemilunya, tapi juga akan menghemat produksi logistik pemilu dan tentu saja menghe­mat anggaran. Tentu saja ini akan ramah lingkungan.

Oleh karena itu Arief me­nyarankan agar penyelengga­raan pemilu ke depan dilaku­kan dengan menggunakan e-Rekap dan salinan digital. Ia berharap penggunaan e-Rekap dapat meningkatkan keper­cayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Pemilu. Rencana penerapan e-Rekap itu akan terus dibahas di internal KPU.

“Kami mempertimbangkan menggunakan e-Rekap. Mu­dah-mudahan hasil yang dica­pai sesuai dengan yang kami harapkan. Meningkatkan ke­percayaan publik, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan kepercayaan terhadap proses pemilu itu sendiri,” kata Arief.

Arief mengatakan anggaran yang disepakati KPU dengan 270 pemerintah daerah untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 sebesar 9,9 triliun rupiah melalui naskah perjanjian hi­bah daerah (NPHD). “Usulan yang telah disepakati dalam NPHD sebesar 9,9 triliun ru­piah,” tutur Arief.

Jumlah itu disebutnya lebih kecil dari usulan anggaran yang disampaikan pemda sebesar 11,9 triliun rupiah, dengan rin­cian usulan anggaran sembilan provinsi 1,6 triliun rupiah, 224 kabupaten 9 triliun rupiah, dan 37 kota sebesar 1,2 triliun rupiah. Namun yang disetujui dalam NPHD, anggaran sembilan pro­vinsi sebesar 1,3 triliun rupiah, 224 kabupaten 7,4 triliun rupiah, dan 37 kota 1,1 triliun rupiah. ags/Ant/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment