Koran Jakarta | August 19 2017
No Comments

KSEI Terus Melakukan Terobosan

KSEI Terus Melakukan Terobosan

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus berupaya meningkatkan kinerjanya dalam mendukung pengembangan pasar modal Indonesia. Pihaknya pun terus meluncurkan berbagai inovasi dan terobosan terkait hal tersebut. Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan KSEI senantiasa mendukung pengembangan pasar modal di Indonesia melalui berbagai rencana strategis dan pengembangan infrastruktur.

Tahun lalu, KSEI berhasil mewujudkan sistem terpadu untuk industri Reksa Dana melalui implementasi S-INVEST. “Berbagai program kerja unggulan telah berhasil dituntaskan pada 2016,” ungkapnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, beberapa waktu lalu. Berdasarkan data KSEI per 7 Juni 2017, jumlah investor telah mencapai 1.000.289.

Jumlah tersebut merupakan jumlah Single Investor Identification (SID) terkonsolidasi yang terdiri dari investor pemilik saham, surat utang, reksa dana, Surat Berharga Negara (SBN), dan efek lain yang tercatat di KSEI. Saat ini pemilik SID masih didominasi oleh investor pemilik saham, obligasi atau efek bersifat utang lainnya yang mencapai 580.685 SID. Sementara itu, sebanyak 523.309 SID merupakan investor reksa dana.

Secara keseluruhan, jumlah investor di pasar modal telah meningkat 12 persen dari 894.116 pada 2016 menjadi 1.000.289 per 7 Juni 2017. “Dari sisi kepemilikan, investor lokal telah mendominasi sebesar 51,14 persen, dibandingkan komposisi kepemilikan investor asing sebesar 48,86 persen,” paparnya.

Adapun hingga akhir Desember 2016, jumlah SID investor reksa dana yang tercatat di dalam S-INVEST mencapai 444.946 SID dan 632.825 Rekening, dengan nilai dana kelolaan 349,75 triliun rupiah dan frekuensi subscription dan redemption sebesar 1.214.968 kali. Dengan implementasi SINVEST total SID di Pasar Modal Indonesia menjadi 894.116 per akhir tahun 2016.

Penunjukan KSEI sebagai SID generator untuk investor pemilik Surat Berharga dan Surat Berharga Negara lain yang diterbitkan Bank Indonesia semakin melengkapi konsolidasi data SID yang tercatat di KSEI. Total SID SBN tahun 2016 adalah 105.690. Selanjutnya, kata Friderica, dukungan atas pengembangan pasar modal juga ditunjukkan KSEI melalui percepatan pembukaan rekening Efek yang dapat dipangkas dari beberapa hari menjadi kurang dari 30 menit saja.

Hal tersebut berkat inisiasi KSEI dalam mengukuhkan kerja sama antara 100 pelaku industri pasar modal dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk memanfaatkan data kependudukan.

Ke depannya lanjut Friderica, KSEI berupaya menjadi Financial Hub dengan menyediakan berbagai fasilitas yang dapat mengintegrasikan beberapa aktivitas di pasar modal, di antaranya pemantauan investasi, pengiriman instruksi kepada Perusahaan Efek sekaligus subcription/ redemption Reksa Dana dan sebagainya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, telah dilakukan tahap awal berupa kerja sama integrasi Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) dengan perbankan. 

 

yuni rahmi/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment