Literasi Lemah, Sulit Kerjakan Soal Matematika | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Pendidikan Nasional

Literasi Lemah, Sulit Kerjakan Soal Matematika

Literasi Lemah, Sulit Kerjakan Soal Matematika

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Anak yang tingkat literasinya lemah akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal matematika. Literasi maupun numerasi harus berjalan beriringan karena sama-sama dibutuhkan oleh anak.

Jika dilihat matematika sebagai alat untuk memecahkan masalah sosial, maka literasi sangat penting untuk memetakan numerasi itu sendiri.
“Jadi, baik matematika dan literasi harus berjalan beriringan,” kata Ketua Panitia Kejuaraan Matematika Shinkenjuku atau “The 3rd Shinkenjuku Math Championship”, Basir Jovan, di Jakarta, Kamis (23/1).

Ia mengatakan, dari hasil kejuaraan matematika sebelumnya, diketahui sebagian besar anak-anak yang menjadi peserta mengalami kesulitan dalam memahami soal matematika.

Kesulitan dalam memahami soal itu ditunjukkan dengan beberapa soal matematika yang mayoritas jawabannya tidak tepat. Sebagian besar anak Indonesia, kata Jovan, mengalami kesulitan begitu mengerjakan soal cerita pada matematika.

Direktur Benesse Indonesia, Tatsunosuke Suzuki, mengatakan hal terpenting dalam mempelajari matematika adalah bisa memahami konsepnya. Dengan pemahaman konsep, anak bisa menemukan jawaban dengan berbagai cara. Tidak hanya dengan satu cara saja, atau dengan kata lain melatih anak berpikir kreatif.

Yang paling penting dalam mempelajari matematika dengan menyenangkan. “Kami melatih anak-anak agar dapat memahami masalah, mencari cara, menghitung, dan memeriksa kembali,” ujar Suzuki.

 

Belum Memuaskan

 

Dalam kesempatan sama, Kepala Seksi Pembelajaran Subdirektorat Kurikulum Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Setiawan Witaradya, mengakui bahwa kemampuan matematika siswa di Tanah Air masih heterogen dan belum memuaskan.
Ia menambahkan belum meratanya kemampuan siswa tersebut juga berkaitan dengan kondisi sekolah yang ada di Tanah Air. Hal itu disebabkan kualitas sekolah yang ada belum merata.

Untuk itu, dia mengajak pihak swasta untuk ikut berperan dalam meningkatkan minat siswa untuk menyukai matematika. Dengan keterlibatan pihak swasta, secara tidak langsung membantu Kemendikbud dalam melakukan pembinaan peserta didik.
“Kami harapkan apa yang sudah diinisiasi bisa semakin meluas. Kita perlu mengetahui lebih detail dan rinci, dalam rangka membina peserta didik dalam mempelajari matematika,” terang dia.

 

ruf/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment