Koran Jakarta | August 19 2017
No Comments
Pemilu Parlemen Prancis I La République en Marche Diharapkan Amankan 70-80 Persen Kursi

Macron Kembali Diproyeksi Menang

Macron Kembali Diproyeksi Menang

Foto : REUTERS/Philippe Wojazer
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyapa warga setelah meninggalkan balai kota Le Touquet, Prancis, untuk memberikan suara dalam pemilu parlemen putaran kedua pada Minggu (18/6). Sama seperti pemilu parlemen putaran pertama, kubu Macron yaitu Partai La République en Marche, diproyeksikan memenangkan pemilu parlemen putaran kedua ini.
A   A   A   Pengaturan Font

Pada putaran kedua pemilu parlemen Prancis yang digelar Minggu (18/6), kubu Emmanuel Macron kembali diproyeksikan memperoleh suara mayoritas.

PARIS – Masyarakat Prancis berharap bisa memberikan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sebuah suara mayoritas di parlemen setelah Macron memenangkan pemilu presiden (pilpres) melalui partai baru yang didirikannya, La République en Marche (Republic on the Move/LREM). Harapan itu disampaikan saat digelar pemilu parlemen putaran dua atau putaran akhir, pada Minggu (18/6) waktu setempat.

Total ada 577 kursi parlemen yang diperebutkan. Dalam putaran dua pemilu parlemen ini, LREM diproyeksikan akan meraih 70 hingga 80 persen kursi di Parlemen.

Pemilu parlemen 2017 telah memunculkan kekhawatiran karena rendahnya tingkat partisipasi para pemilih hingga menyentuh level terendah dalam sejarah Prancis. Tujuh bulan kampanye pemilu presiden dan parlemen telah menciptakan ketegangan politik, dimana beberapa politikus kecewa dan marah terhadap rencana reformasi Macron yang dianggap rumit.

Partai LREM sendiri baru berusia satu tahun, tetapi partai ini diproyeksi akan menjadi partai mayoritas di parlemen, sesuatu yang akan mengubah wajah parlemen Prancis yang selama berpuluh tahun didominasi oleh partai konservatif, yakni Partai Republik dan Partai Sosialis. Salah satu tantangan yang akan dihadapi Macron dalam pemerintahannya adalah melakukan perombakan di sektor tenaga kerja, memangkas puluhan ribu lapangan kerja di sektor publik (PNS), dan mengucurkan investasi di area-area publik, diantaranya pelatihan kerja dan energi terbarukan.

Saat ini sejumlah rival-rival politik Macron berharap LREM akan memenangkan suara mayoritas dan mendesak para pemilih agar membuat margin (selisih) sekecil mungkin agar dapat menekan perdebatan demokratis. Akan tetapi, hasil sejumlah jajak pendapat dalam pemilu putaran dua memperlihatkan para responden berharap oposisi di parlemen akan bangkit kembali.

“Kita memerlukan partai-partai lain untuk mendapatkan kekuatan yang sama. Kalau dia (Macron) menang, ya sudah semuanya tidak akan diperdebatkan,” kata Veronique Franqueville, 54 tahun, seorang pendukung Macron.

Diantara para pemilih yang berencana memberikan suaranya untuk calon anggota parlemen dari LREM telah memperlihatkan sikap yang berbeda-beda. Ada yang berapi-api karena Macron harus diberikan suara mayoritas di parlemen supaya bisa menjalankan kebijakan-kebijakannya.

“Saya akan memilih calon anggota parlemen dari LREM. Jika kita ingin presiden mampu melakukan hal-hal dalam rencanananya, maka kita harus memberikannya sebuah posisi mayoritas di parlemen,” kata Aurelie, 25 tahun, perawat.

Kekalahan Partai Sosialis

Sementara itu dilaporkan dalam hasil pemilu parlemen kali bahwa Partai Republik diproyeksi akan menjadi kelompok oposisi terbesar di parlemen. Hasil beberapa jajak pendapat memperlihatkan partai ini akan mengamankan sekitar 90 kursi hingga 95 kursi dari total 577 kursi parlemen yang diperebutkan.

Adapun Partai Sosialis, yang merupakan partai berkuasa di Prancis tahun lalu, harus menghadapi kekalahan yang memalukan dengan proyeksi tidak lebih dari 25 sampai 35 kursi parlemen.

Pemilu parlemen putaran akhir juga menjadi bencana bagi Partai Front Nasional (FN), yang diproyeksi mendapat satu hingga 6 kursi parlemen. Padahal, sebelumnya partai ini sangat berharap bisa mendapatkan posisi besar di parlemen. Diantara calon anggota parlemen dari Partai FN yang bakal lolos adalah Marine Le Pen, yang merupakan ketua partai.

Pemimpin sayap kanan, Jean-Luc Melenchon, juga diprediksi akan lolos menjadi anggota parlemen. Namun hasil beberapa jajak pendapat memperlihatkan adanya keraguan jika partainya, France Unbowed, akan mencapai persayaratan untuk bisa membuat sebuah kelompok di parlemen. uci/Rtr/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment