Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments

Mantan Menhan Tiongkok Didemosi

Mantan Menhan Tiongkok Didemosi

Foto : istimewa
Chang Wanquan
A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING - Seorang man­tan menteri pertahanan dan anggota dewan negara Tiong­kok, telah diturunkan pangkat­nya karena keterlibatannya da­lam korupsi yang menjatuhkan dua wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC). Informasi itu di­sampaikan sejumlah narasum­ber militer pada harian South China Morning Post edisi Ka­mis (11/7).

“Jenderal Chang Wanquan, 70 tahun, yang juga anggota CMC dari 2007 hingga pensiun pada Maret 2018, diturunkan dua peringkatnya menjadi wa­kil pejabat tingkat komandan regional karena hubungan­nya yang dekat dengan mantan wakil ketua komisi Guo Box­iong dan Xu Caihou,” kata se­orang narasumber yang dekat dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Belum ada pengumum­an resmi penurunan pangkat Chang, namun sejumlah orang dalam militer mengatakan bah­wa penurunan tunjangan pen­siun Chang merupakan indika­si telah dikuranginya pangkat militer mantan Menhan Tiong­kok itu.

“Pejabat senior militer mu­lai dari pangkat letnan jenderal atau lebih tinggi, berhak untuk tinggal di rumah yang berdi­ri sendiri,” kata seorang nara­sumber militer yang enggan disebut namanya. “Kediaman Chang dipindahkan ke dua apartemen di kompleks be­kas pasukan lapis baja di Dis­trik Haidian, yang menunjuk­kan bahwa tunjangan pensiun­nya diturunkan menjadi sejajar dengan wakil komandan mili­ter regional,” imbuh narasum­ber itu.

Ditambahkan oleh nara­sumber itu bahwa demosi Chang diduga terkait dengan jatuhnya Guo dan Xu selama kampanye antikorupsi yang dicetuskan Presiden Xi Jinping.

“Di PLA, semua pejabat se­nior dengan pangkat umum utama dan di atasnya, menik­mati penghargaan seumur hi­dup dan fasilitas-fasilitas, se­hingga saat pangkat militer Chang diturunkan, maka ke­istimewaan itu pun akan di­turunkan,” ucap salah nara­sumber di PLA.

Sementara itu narasum­ber lain mengatakan penurun­an pangkat Chang dapat dilihat sebagai cara mengakhiri karier secara aman yang akan mem­perlancar untuk mendapatkan masa pensiun. “Kasus Chang bisa sangat serius, karena dia bisa dilihat sebagai bagian dari pengaruh Guo dan Xu yang berbahaya. Tetapi ia tidak perlu dipenjara seperti Guo, dan me­mindahkannya ke kompleks pasukan lapis baja yang ber­ada dekat dengan Rumah Sakit 301, adalah langkah yang ma­nusiawi,” kata narasumber itu, merujuk ke Rumah Sakit Um­um PLA.

Narasumber militer lain mengatakan penurunan pang­kat Chang dan dugaan keterli­batan dalam korupsi, telah me­nyeret Letnan Jenderal Qian Weiping, wakil kepala departe­men pengembangan peralatan CMC, ke dalam masalah.

“Qian bekerja di bawah Chang di bekas departe­men persenjataan umum PLA (GAD) ketika Chang menja­bat sebagai kepala departemen pada periode 2007-2012,” kata narasumber itu, menambah­kan bahwa Qian telah diselidi­ki tetapi menolak untuk mem­berikan rincian lebih lanjut.

GAD adalah salah satu dari empat markas tentara terdahu­lu yang direorganisasi dan di­ganti oleh 15 departemen fung­sional langsung di bawah CMC dalam perombakan.

Sedang Diselidiki

Chang yang bergabung de­ngan PLA sejak 1968, adalah anak didik Guo ketika kedua­nya ditugaskan di Komando Militer Lanzhou sedari awal se­jak 1970 hingga akhir 1990-an, dengan Chang menghabiskan waktu 35 tahun di Lanzhou, di mana basis kekuatan Guo ber­ada.

Komando Militer Lanzhou digabung dengan Komando Wilayah Barat Angkatan Da­rat pada 2016 setelah Xi, yang memimpin CMC, memperke­nalkan perombakan kompre­hensif pada akhir 2015, yang bertujuan untuk mengubah PLA menjadi kekuatan tempur yang lebih gesit dan berkelas dunia.

Guo dan Xu tersingkir sete­lah Xi memegang kendali CMC pada akhir 2012 dan memu­lai kampanye antikorupsi baik di Partai Komunis dan militer. Guo menerima hukuman se­umur hidup karena korupsi pa­da 2016, sementara Xu mening­gal karena kanker pada usia 72 tahun saat ia ditahan dan se­dang diselidiki atas tuduhan yang sama.

Setelah kejatuhan Guo dan Xu, Chang secara tegas me­naruh kesetiaannya kepada Xi di sebuah konferensi mili­ter selama Kongres Partai 2017. Sayangnya PLA Daily, harian yang jadi corong suara bagi mi­liter Tiongkok, tidak mempub­likasikan pernyataannya se­hingga menimbulkan spekula­si bahwa ia sedang diselidiki. SCMP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment