Manulife Optimalkan Teknologi Pacu Produktivitas | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Industri Asuransi

Manulife Optimalkan Teknologi Pacu Produktivitas

Manulife Optimalkan Teknologi Pacu Produktivitas

Foto : KORAN JAKARTA/ M YASIN
PELUNCURAN MILEARN - Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland (kiri) bersama Direktur dan Chief Operating Officer Hans De Waal (kanan) berbicang dengan Agen Manulife Goppy Hutasoit dan Fenny Nurhayati saat peluncuran aplikasi Milearn, di Jakarta, pekan lalu. Sejak diluncurkan aplikasi MiLearn di Manulife, secara bertahap kualitas 7.000 agen Manulife kian baik, mereka rata-rata dapat melakukan clossing secara cepat ke nasabah baru.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Perkembangan teknologi digital yang cukup massif saat ini menuntut pelaku industri jasa keuangan, termasuk asuransi, untuk terus berinovasi dan beradaptasi guna meningkatkan kinerja. Optimalisasi pemanfaatan teknologi digital diyakini mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Saat ini penetrasi teknologi internet sangat tinggi. Menurut catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), setiap tahun, pengguna internet di Indonesia tumbuh 10,2 persen atau 27 juta jiwa. Hingga Juni 2019, tercatat sudah 171 juta jiwa pengguna internet di Indonesia.

Petumbuhan teknologi yang pesat tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kinerja pelaku industri, tak terkecuali asuransi. Menyikapi perkembangan tersebut, pada awal tahun ini, Manulife Indonesia meluncurkan aplikasi MiLearn.

“Kehadiran MiLearn diharapkan dapat memudahkan tenaga pemasar menjalankan peran mereka memberi solusi perencanaan keuangan profesional dan berkualitas kepada seluruh nasabah,” ujar Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia, Ryan Charland di Jakarta, pekan lalu.

MiLearn merupakan aplikasi pelatihan digital yang sangat berguna untuk tenaga pemasar, baik agen maupun financial specialist Manulife. Mereka dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dengan mengakses aplikasi itu setiap saat, melalui gadget.

Manfaat aplikasi MiLearn sangat dirasakan para agen Manulife. “Saya semakin percaya diri setelah menggunakan MiLearn,” ujar Goppy Hutasoit yang sudah menjadi agen Manulife sejak 1 Juli 2005.

Dia mengaku aplikasi MiLearn sangat membantu pekerjaannya sekaligus meningkatkan kualitasnya. Dia dapat mengikuti semua materi pelatihan dan mengulanginya kembali jika diperlukan tanpa harus bertatap muka dengan trainer di ruang kelas.

“Waktu menjadi efisien. Dulu, harus ikut training tujuh hari dan harus menguasai semua materi. Sekarang, bisa menyesuaikan waktu untuk mempelajari materi pelatihan di aplikasi MiLearn tanpa mengganggu aktivitas kita. Kalau ada yang kelupaan, masih bisa kita pelajari lagi dari tutorial di aplikasi. Ini sangat membuat kita percaya diri saat bertemu calon customer,” tandasnya.

Goppy menambahkan MiLearn juga meningkatkan produktivitasnya sekitar 50-60 persen dibandingkan sebelum menggunakan aplikasi tersebut. “Saya malah bisa cepat closing,” tambahnya.

 

Respons Positif

 

Hal senada disampaikan oleh agen Manulife asal Bandung, Jawa Barat, Fenny Nurhayati. Wanita yang sudah delapan tahun menjadi agen Manulife Indonesia tersebut mengakui, kehadiran aplikasi MiLearn ini sangat membantu aktivitasnya sebagai tenaga pemasar Manulife di daerah. Sebab, dengan aplikasi ini, dia sangat terbantu dalam memberikan pelayanan pada nasabah.

Aplikasi MiLearn, tutur Fenny, sangat membantunya yang berada di daerah karena ia bisa mengakses materi-materi yang menjadi kebutuhannya setiap saat. 

 

mad/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment