Koran Jakarta | February 23 2018
No Comments
Tahun Politik - Presiden dan Sejumlah Menteri Kabinet Hadiri HUT ke-71 Megawati

Megawati: Pertarungan di Pilkada Harus dengan Nilai Kebenaran

Megawati: Pertarungan di Pilkada Harus dengan Nilai Kebenaran

Foto : Koran Jakarta /Wahyu AP
A   A   A   Pengaturan Font

Tahun politik ditandai dengan pelaksanaan Pilkada serentak 2018. Kemudian Pemilu legislatif dan pilpres yang dilaksanakan bersamaan pada 2019 harus dilalui dengan kedewasaan berpolitik.

Jakarta – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri mengatakan, tahun politik ini adalah tahun yang harus dilalui dengan caracara yang baik. Dengan begitu, jangan sampai ada ujaran kebencian atau menyangkut SARA (suku, agama, dan ras) dimainkan kembali. “Kalau mau bertarung, ya bertarunglah dengan baik.

Pertarungan politik harus digerakkan oleh keyakinan dan nilai-nilai kebenaran atau ‘Satyam Eva Jayate’, “ujar Megawati dalam sambutan perayakan hari ulang tahunnya yang ke-71 di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/1). Hajat ulang tahun Megawati ini menapilkan acara pokok berupa pementasan teater dengan lakon “Satyam Eva Jayate”. Lakon “Satyam Eva Jayate” mengangkat tema tentang perjuangan menegakkan kebenaran di tengah kegilaan masyarakat yang korup.

Cerita tersebut menampilkan persaingan dua politisi besar di sebuah kerajaan yang diperankan oleh Sudjiwo Tedjo sebagai sang Raja dan Marwoto sebagai patih. Mereka bersaing memperebutkan puncak kekuasaan. Pemain pendukung lainnya adalah artis Happy Salma, komedian Cak Lontong, dan Akbar, seniman Butet Kartaredjasa.

Puteri KH Abdurrachman Wahid atau Gus Dur, Inayah Wahid, serta adik Megawati, Guruh Soekarnoputra . Dalam pentas tentang perebutan kekuasaan ini, digambarkan beragam cara untuk memenangkan persaingan. Karena itu, fitnah dan intrik mengakibatkan masyarakat terbelah. Situasi itu membuat sang pemimpin kerajaan itu tersingkir.

Bahkan dibuang ke hutan. Dalam pembuangannya sang pemimpin justru tercerahkan dan menemukan kesadaran bahwa puncak kekuasaan sesungguhnya bukan kekuasaan politik tetapi kebijaksanaan dan semangat mensejahterakan rakyat. Megawati yang juga Ketua umum PDIP ini berharap seluruh tamu undangannya yang sebagian besar politisi itu dapat sejenak melupakan tahun politik. Ia memprediksi tahun politik akan berjalan keras.

“Semoga apa yang disampaikan pertunjukan ini dapat membuat kita sekedar melupakan tahun politik yang sepertinya akan menegangkan, sepertinya. Tapi saya berharap kita akan berjalan seperti biasanya,” kata Megawati. Memang dalam acara perayaan ulang tahun Megawati ini selaian Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, hadir para politisi lintas partai.

Selain itu, ada pula beberapa pimpinan partai antara lain Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. Megawati menambahkan, Satyam Eva Jayate adalah sebuah mantra dari naskah India Kuno Mundaka Upanishad dan pernah diutarakan oleh Raja Majapahit yaitu Raden Wijaua di abad ke-12 (1293 M) yang bermakna Hanya Kebenaran lah Yang Akan Menang.

Hal itu menandakan bahwa walau pemerintahan yang sekarang diserang bertubitubi oleh informasi yang tidak benar dengan tujuan untuk menghancurkan pemerintahan tersebut, maka dengan sendirinya kebenaran lah yang akan membuktikannya. “Jadi biarkan saja orang berkata buruk kepada pemerintah, toh nanti biar terbuka sendiri kebenaran itu,” kata Megawati.

Kaya Budaya Dalam kesempatan ini, Megawati juga mengungkapkan keinginanya agar di Jakarta maupun di tempat lain, ada sarana berupa teater besar yang bisa untuk pentas pertunjukan budaya-budaya yang ada di Indonesia. “Dari dulu saya sebenarnya menginginkan (teater) karena Indonesia kaya budaya.

Dulu, saya waktu jadi Presiden, sebetulnya akan membangun suatu teater yang memuat sekitar 3.500 orang. Tapi, ketika semua sudah siap, dirinya tak lagi menjabat Presiden,” kata Megawati. Megawati menegaskan lagi, Indonesia sangat kaya budaya, dan tradisi tetapi sangat miskin tempat yang sangat representatif. “Kalau bicara New York, London, Paris, pasti banyak tempat bergengsi untuk pementasan teater. Sayangnya di Indonesia belum ada, jadi ketika ada niat untuk perayaan dengan pentas teater ya kembali ke TIM,” katanya. rag/fdl/AR-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment