Koran Jakarta | August 25 2019
No Comments

Memahami Kandungan Gizi Makanan

Memahami Kandungan Gizi Makanan
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Functional Food, Bunga Rampai Kumpulan Gizi Praktis
Penulis : Drs Djoko Sutopo, MS
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : Pertama, Mei 2019
Tebal : 150 halaman
ISBN : 978-602-04-9810-2

Sehat itu mahal. Jadi, semua harus selalu menjaga kesehatan agar tidak mudah tumbang karena berbagai penyakit. Salah satu caranya memulai memahami kandungan gizi pada makanan guna menunjang penge­tahuan dalam mengolah dan meman­faatkan berbagai bahan makanan, baik buah-buahan, sayuran, ataupun makan­an pokok.

Buku ini akan membahas secara lengkap dan akurat tentang functional food dan kandungan gizi makanan. Ini akan membantu orang menjaga pola makan sehat. Buku terdiri dari tiga bab. Bab pertama tentang kandungan gizi dari beberapa buah dan sayuran yang sering dikonsumsi, misalnya jambu biji merah. Buah ini memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan bermanfaat meningkatkan imunitas tubuh.

Jambu biji membantu zat-zat anti­bodi sebagai komponen dalam sistem kekebalan tubuh, sehingga terlindung dari berbagai penyakit infeksi. Dia juga bermanfaat untuk kerja jantung dan menjaga tekanan darat tetap normal. Manfaat lainnya, untuk membantu pe­nyembuhan demam berdarah dengue (DBD). Sebab, jambu biji dan ekstraknya mengandung flavonid (geursetin) yang dapat menghambat virus penyebab DBD dan meningkatkan kadar trom­bosit yang di bawah normal.

Kemudian, pisang yang merupa­kan sumber zat gizi (nutrisi). Pisang mengandung protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, C dan zat metabolit sekunder lainnya. Pisang juga menyediakan energi yang cukup tinggi dibanding buah-buahan lain. Dia kaya mineral seperti kalium, magne­sium, besi, fosfor dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin B, B6, C serta serotonin yang aktif sebagai neutrans­miter dalam kelancaran fungsi otak. Mengonsumsi pisang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, membantu penceraan, dan menjaga kesehatan hati.

Wortel memiliki banyak kandungan gizi seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin B1, E, K dan banyak lagi. Kan­dungan karoten (pro vitamin A) pada wortel dapat mencegah penyakit rabun senja (buta ayam). Kandungan miner­alnya dapat mencegah dan mengatasi masalah mikro (kekurangan mineral).

Bab dua menjelaskan tentang ber­bagai kandungan makanan dan minum­an. Sebut saja tempe. Lauk yang kadang sering disepelekan ini, ternyata memiliki gizi tinggi. Protein tempe terdiri dari de­lapan asam amino esensia (lisin, leusin, isilisi, triptofan, metionin, valin, fenilala­nin, treonin), seperti daging dan susu.

Jika tempe dikonsumsi bersama nasi, proteinnya dan nasi menjadi se­tara dengan protein daging atau susu. Tempe juga kaya serat pangan, kalsium, vitamin dan zat besi. Maka, tempe bisa membantu proses pencernaan makan­an dan pembentukan atau pematangan sel darah merah. Selain itu, kandungan serat tinggi serta asam lemak “baik” da­pat menurunkan kadar kolesterol darah ( hal 50–51).

Selain menguraikan berbagai kandungan makanan, buku ini juga memaparkan tentang cara peng­olahan makanan agar kandungan gizinya tidak rusak. Misalnya, dampak buruk mengolah makanan dengan suhu tinggi bisa merusak zat-zat gizi, terutama vitamin. Suhu panas juga bisa membentuk zat-zat baru seperti perioksida yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, di antaranya pe­nyempitan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, stroke, kanker dan gangguan kesehat­an lainnya.

Menurut Otoritas Keamanan Pangan Eropa, hasil penelitian terhadap kentang goreng (makanan kaya karbohidrat) dan makanan goreng lainnya, jika dipang­gang dengan suhu tinggi bisa memben­tuk senyawa “akrilamida” yang me­rupakan zat berbahaya (hal 42). Tema lainnya tentang telur, susu, dan gula. Diresensi Ratnani Latifah, Alumna Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment