Koran Jakarta | October 18 2017
No Comments
Sosialisasi Kebencanaan

Membangkitkan Kesadaran Budaya Lewat Kearifan Lokal

Membangkitkan Kesadaran Budaya Lewat Kearifan Lokal

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Pengetahuan masyarakat terhadap bencana meningkat signifikan sejak tsunami Aceh 2004. Namun pengetahuan itu belum meningkat menjadi sikap dan perilaku sehari-hari. Hal inilah yang seringkali menyebabkan korban bencana masih tinggi. Budaya sadar bencana harus terus disosialisasikan. Media yang efektif untuk itu, adalah lewat kesenian dan kearifan lokal. “Masyarakat memang harus mempunyai semacam saving self atau penyelamatan terhadap dirinya sendiri,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Minggu (21/5).

Menurut Sutopo, kesadaran terhadap kondisi real sebagai negara rawan gempa, setidaknya dapat menanamkan kesiapan mental pada diri masyarakat untuk menghadapinya. Menumbuhkan budaya sadar bencana ini penting karena menjadi bagian dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana. Budaya dalam masyarakat merupakan sebuah sistem kultural yang secara otomatis terus-menerus ditanam dan diwariskan.

“Salah satu bentuk sosialisasi budaya sadar bencana adalah melalui edukasi “BNPB Mengajar” dan pendekatan kearifan lokal dengan gelar kesenian rakyat,” ujarnya. Ia contohkan budaya sadar bencana masyarakat Garut. Katanya, masih cukup rendah. Disisi lain Garut adalah daerah rawan multibencana yang lengkap seperti banjir, longsor, gempa, tsunami, erupsi gunung api, kekeringan, kebakaran hutan dan puting beliung. Luasnya wilayah Garut, disparitas yang tinggi dan masih banyaknya kemiskinan menyebabkan risiko bencana tinggi.

Kemarin BNPB telah menggelar Program BNPB Mengajar di SDN Giriawas 03, Kampung Babakan Jolok, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Materi yang diberikan antara lain yang berkaitan dengan potensi bencana di daerah Garut dalam bentuk film animasi dan dongeng yang mudah diingat anak-anak.

Media Efektif

Sutopo senang, ribuan masyarakat Garut hadir dan larut dalam sosialisasi tersebut. Menurutnya kesenian tradisional merupakan media yang efektif dalam sosialisasi masyarakat di pedesaan. Masyarakat mudah menerima pesan kebencanaan. “Maka dari itu kita harus meningkatkan kesiapsiagaan dan menumbuhkan kesadaran bencana. Melalui kesenian tradisional, dengan mudah masyarakat mendapatkan hiburan sekaligus edukasi bencana” ucap Sutopo. ags/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment