Koran Jakarta | May 24 2018
No Comments
Prediksi Rupiah

Menanti Data Inflasi AS

Menanti Data Inflasi AS

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakart a – Penguatan rupiah terhadap dollar AS diperkirakan terbatas sehingga berpotensi berbalik arah ke depan. Dengan catatan, data inflasi Amerika Serikat (AS) meningkat dan laporan kredit perbankan di dalam negeri tak sesuai ekspetasi berbagai pihak, termasuk pemerintah. Seperti diketahui, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (14/2) sore, menguat 28 poin dari sehari sebelumnya menjadi 13.617 rupiah per dollar AS. Analis Monex Investindo Futures Putu Agus di Jakarta kemarin mengatakan mata uang dollar AS diperdagangkan cenderung turun terhadap mayoritas mata uang dunia menjelang perilisan data inflasi AS yang diproyeksikan di bawah estimasi.

“Investor saat ini sedang menantikan laporan data inflasi Januari Amerika Serikat, data itu dapat dijadikan sebagai petunjuk seberapa cepat The Fed akan menaikan suku bunga pada tahun ini,” katanya. Namun, lanjut dia, jika data ekonomi Amerika Serikat itu dirilis lebih tinggi dari estimasi maka ruang penguatan bagi dollar AS kembali terbuka sehingga dapat menahan laju mata uang rupiah ke depannya. Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga menambahkan bahwa pelaku pasar uang di dalam negeri sedang menantikan data kredit Indonesia. Peningkatan pertumbuhan kredit dapat menjadi indikasi perekonomian Indonesia mengalami akselerasi pada 2018. “Pelaku pasar uang akan merespon positif apabila data pertumbuhan kredit bulan Januari melampaui ekspektasi pasar,” katanya. Ant/E-10

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment