Koran Jakarta | August 17 2018
No Comments

Mencegah dan Mengobati Kanker secara Benar

Mencegah dan Mengobati Kanker secara Benar
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Mana yang Menyebabkan Kanker

Penulis : Dr Toshio Akitsu

Penerbit : Qanita

Cetakan : November 2017

Tebal : 160 halaman

ISBN : 978–602- 402-104-7

 

Indonesia bisa dibilang darurat kanker karena berdasarkan data Kemenkes, penderita kanker mencapai 347.792. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jumlah tersebut pada tahun 2030 akan bertambah tujuh kali lipat. Khusus kanker serviks menjadi perhatian utama karena berada di level pertama. Setiap hari negeri ini ada 40 orang terserang kanker serviks, setengahnya meninggal dunia. Bagi kaum wanita, ini pembunuh nomer satu.

Kondisi Indonesia tidak jauh berbeda dengan Jepang. Kendatipun dikenal sebagai negara maju, anggota Organization for Economic Co Operation and Development itu, dengan teknologi supercanggih, penderita kankernya tertinggi. Menurut buku ini, 50 persen penduduk Jepang kemungkinan akan menderita kanker sepanjang hidup. Bahkan dia berhipotesis satu dari dua orang berpotensi mengidap kanker. Satu dari tiga di antaranya meninggal dunia (hal 9).

Buku ini memberi kabar gembira, 90 persen, kanker bisa dicegah. Kesalahan umum yang terjadi, adanya anggapan bahwa kanker tumbuh alami. Tanpa sebab yang bisa dideteksi. Presepsi keliru ini menyebabkan pembiaran segala kemungkinan penyebab sel kanker.

Kausalitas tumbuhnya kanker bermula dari adanya sel rusak akibat infeksi virus yang menimbulkan peradangan. Tubuh dengan segera memperbaiki sel yang rusak tersebut. Hanya, tak semua perbaikan sel berjalan sukses. Kadang ada kesalahan yang kemudian menyebabkan munculnya sel kanker. Satu-satunya cara efektif mencegak sel kanker dengan menghindari makanan dan kebiasaan yang bisa merusak sel (hal 11) seperti daging. Ketika mengonsumsi daging, usus perlu bekerja ekstra untuk mencernanya. Gesekan keras dalam usus yang sering terjadi akan menyebabkan kerusakan sel usus besar (hal 42).

Hindari juga mengonsumi garam terlalu banyak. Takaran ideal garam, menurut WHO, 5 gram per hari. Orang Jepang banyak mengidap kanker lambung karena tiap hari mengkonsumsi 11, 3 gram untuk pria dan 9,6 gram wanita. “Pengalaman ketika air laut masuk mata, misalnya. Saat itu, rasanya sungguh pedih, bukan? Hal itu menunjukkan kekuatan stimulus garam. Garam melukai sel dengan keras, sehingga terasa sakit,” kata Toshio (hal 54).

Amerika, tahun 1990, meneliti 600 buah-buahan, 40 antaranya direkomendasi mengandung zat yang bisa mencegah kanker. Itu bukan berarti mengonsumsi satu jenis buah tersebut setiap hari menyehatkan. Justru sebaliknya, bisa menimbulkan sel kanker. Alasannya, ketika kadar zat dalam tubuh sudah terpenuhi dengan mengonsumsi buah itu, namun buah terus dikonsumsi, maka tumpukan zat tersebut akan terakumulasi di dalam hati yang akan menyebabkan hemokromatosis serta memperbesar terjangkit kanker hati. “Mari lebih memperhatikan keseimbangan gizinya daripada hanya alasan baik untuk kesehatan dan terus-menerus mengonsumsinya hingga overdosis,” katanya (hal 63).

Merokok, menggunakan “tabir surya” di kulit dan berolah raga berat merupakan kebiasaan buruk penyebab kanker. Kebiasaan terakhir ini umumnya belum banyak orang tahu yang bisa mengikis natural killler yang berfungsi menekan kanker (hal 78).

Dalam pengobatan yang penting diperhatikan stadium dan usia. Jika stadiumnya masih 0-III, kanker masih bisa dioperasi.

amun jika stadiumnya sudah IV yang berarti kanker sudah menyebar ke organ lain, perlu dipikirkan cara tubuh bisa bertahan dengan beban terapi atau operasi. Usia lanjut juga rentan menimbulkan komplikasi (hal 121).

Buku ini merangkum ragam persoalan yang banyak ditanyakan orang tentang kanker. Pembaca akan menemukan daftar kanker yang diwariskan secara genetik atau tidak. 

Diresensi Redy Ismanto, Mahasiswa Pascasarjana Unesa Surabaya

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment