Mengaku Anggota BNN, Peras Pembeli Narkoba | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Peredaran Narkoba

Mengaku Anggota BNN, Peras Pembeli Narkoba

Mengaku Anggota BNN, Peras Pembeli Narkoba

Foto : KORAN JAKARTA/JOHN ABIMANYU
BARANG BUKTI I Polisi menggelar barang bukti jaringan narkotika Indonesia - Malaysia, Jakarta, Selasa (17/9). Sabu seberat 9,5 Kilogram berhasil disita dari enam orang tersangka.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Tiga orang pria pengangguran berinisial RT, 37 tahun, RA , 25 tahun, dan EK, 50 tahun, ditangkap Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan karena melakukan pemerasan dengan modus berpura-pura menjadi anggota Badan Nar­kotika Nasional (BNN). Mereka memeras korbannya yang ingin membeli narkoba.

Awalnya, korban memesan sabu kepada tersangka RA pada (6/7). Ketika transaksi selesai, korban mengetahui dirinya ter­tipu lantaran barang tersebut bukan sabu, melainkan butiran gula. Karena merasa ditipu, kor­ban mengajak kembali bertemu dengan RA di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, pada (27/7).

“Saat bertemu tersangka RA, korban diapit oleh tersangka RT dan EK dan langsung masuk ke­dalam mobil dan mengaku Poli­si dari BNN,” kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Andi Sinjaya Ghalib di Mapolres Metro Jakar­ta Selatan, Kamis (17/9).

Korban dimasukkan ke da­lam mobil oleh ketiga tersangka dan diperas. “Korban diancam dengan mengeluarkan benda menyerupai senjata api. Atas hal tersebut, korban memberi­kan uang kepada tersangka sebesar 55 juta rupiah yang di­minta tersangka,” kata Andi.

Beberapa hari setelahnya, RA kembali meminta uang ke­pada korban. Kali ini dengan alasan ada acara pisah sambut Kapolres baru yang membu­tuhkan biaya tambahan. “RA mengaku sebagai Kapolsek baru ditunjuk dan ada acara syukuran di rumah komandan, dengan janji akan menghapus data kriminal korban. RA me­minta uang secara bertahap yang keseluruhan berjumlah 451 juta rupiah” kata Andi.

Atas tindakannya, korban melaporkan aksi penipuan tersebut ke polisi. Ketiga ter­sangka pun ditangkap polisi di kawasan Jakarta, beberapa hari setelah. Ketiga tersangka dijerat Pasal 368 KUHP dengan an­caman hukuman sembilan ta­hun penjara.

Jaringan Malaysia

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya kembali mengungkap peredaran narkoba jaringan Malaysia-Batam-Jakarta de­ngan modus dikemas dalam sepatu. Polisi menangkap de­lapan tersangka di Batam dan Jakarta. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, dari pe­nangkapan tersebut didapatkan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 9,5 kilogram.

Rencananya, sabu terse­but akan diedarkan ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Argo mengatakan, tersangka yang diamankan berinisial RUD dan ZUL di sebuah hotel di ka­wasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi mendapatkan ba­rang bukti berupa satu klip be­sar sabu seberat 350 gram, satu klip sabu seberat 92 gram, dan dua buah sepatu. “Ternyata ter­sangka (RUD dan ZUL) memba­wa barang dengan dimasukkan ke sepatu, diinjak, dan dipakai sepatunya,” kata Argo.

Polisi mengamankan barang bukti berupa 1080 gram sabu saat mengamankan tersangka. jon/P-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment