Merayakan Imlek ala Botany Restauran | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 26 2020
No Comments

Merayakan Imlek ala Botany Restauran

Merayakan Imlek ala Botany Restauran

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Sebagai sebuah tradisi perayaan tahun baru, Imlek bagi masyarakat Tionghoa biasanya tak hanya diisi dengan melakukan ibadah di klenteng atau wihara. Merayakan Imlek juga identik dengan makan bersama keluarga. Sesi makan bersama ini sekaligus sebagai ungkapan kebersamaan dan keutuhan keluarga.

Tradisi makan bersama dalam perayaan Imlek biasanya dilakukan saat malam Imlek. Namun ada juga keluarga yang melakukan tradisi makan bersama pada siang di harinya. Selain di rumah, momen makan bersama juga biasanya digelar di restauran-restauran.

Alhasil, untuk merayakan Imlek, banyak restoran-restoran memiliki sajian -sajian khas, khusus untuk Imlek. Salah satunya adalah Botany Restaurant yang ada di Holiday Iin Jakarta Kemayoran.

Beberapa waktu lalu, Koran Jakarta hadir untuk mencicipi sajian menu-menu khas Imlek yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki makna filosofinya sendiri. Chef Agus Surya dari Holiday Iin Jakarta Kemayoran mengatakan, untuk tahun ini, hidangan yang disajikan merupakan menu-menu oriental tradisional dan ikonik Imlek.

Artinya, menu-menu yang ada di dapur masyarakat Tionghoa saat perayaan Imlek. Di Botany sendiri semua hidangan bisa dinikmati dengan konsep all you can cat, makan sepuasnya.

Mulai dari kisaran harga 300an ribu rupiah per orangnya. Sebagai pembuka hidangan, Botany menawarkan Chinese Cold Cut. Sajian ini terdiri dari Drunken Chicken Roll, Chilled Sliced Pork Belly dengan Venegar soya souce. Untuk Drunked Chicken Roll, menurut Chef Agus ia menggunakan daging ayam kampung tanpa tulang.

Potongan ayam kampung tanpa tulang yang juicy dan lembut ini dibentuk menjadi gulungan dan kemudian gulungan ayam dimasak atau dikukus. “Baru setelah dimasak, kemudian didinginkan,sampai akan disajikan,” kata Chef Agus.

Rendaman untuk ayam ini sendiri berupa campuran beberapa bumbu seperti jahe, bawang putih dan rempah khas Tiongkok seperti Dang Shen, saus ikan, minyak wijen dan juga sedikit gula.

Rendaman juga menggunakan campuran arak spesial. Ayam gulung ini akan direndam selama 24 jam sampai bumbu benar-benar meresap dan kemudian disajikan bersama dengan Venegar Soya Sauce berisi cincangan halus bawang putih, cabai kering dan daun ketumbar. Untuk menu utama, ada beberapa sajian menu yang disiapkan.

Diantaranya adalah Roasted Pecking Duck atau bebek Peking panggang. Secara umum bebek panggang tidak selalu ada di setiap meja makan etnis Tionghoa saat perayaan Imlek. Tapi, bebek panggang biasanya disajikan saat momen-momen spesial dan hari besar. Salah satunya Imlek. Selain itu, karena dulunya makanan ini dianggap sebagai makanan para raja, maka kini juga memang dianggap sebagai salah satu makanan pembawa keberuntungan yang melimpah.

Karenanya sajian bebek Peking seolah tidak pernah absen dalam jamuan makan perayaan Imlek. Di resto ini, bebek Peking diolah dengan proses yang lama. Dimana bebek dimarinasi terlebih dahulu dengan bumbu khas selama 24 jam.

Setelahnya bebek akan ditiriskan dengan cara digantung sehingga lemak bebek yang cukup banyak akan turun. “Setelah itu barulah bebek di panggang,” kata Chef Agus. Bebek peking disajikan dengan siraman oyster sauce atau saus tiram sehingga rasanya gurih dan manis.

Tekstur bebek benar-benar lembut, apalagi jika ditambah dengan sedikit Nasi Hainan. Jika kurang pedas, bisa ditambah dengan saus khas yang disediakan di Botany. Pengunjung juga bisa mencoba sajian lain yakni Fried noodle with minced chicken sauce. Sajian ini berupa Wonton Noodle atau dikenal juga sebagai mie Hong Kong yang kecil, halus dan sangat lembut. Mie memang menjadi sajian wajib ada saat Imlek.

Mie melambangkan harapan akan umur yang panjang bagi siapapun yang mengonsumsinya pada perayaan Imlek. Selain umur yang panjang, juga kebahagiaan dan rejeki yang panjang. Mie goreng yang disajikan di resto ini benar-benar terasa enak di lidah. Chef Agus hanya merebus mie wonton dan membuat saus untuk mie secara terpisah. “Jadi setelah direbus, mie kemudian disiram dengan saus ayam ini,”kata Chef Agus.

Saus itu sendiri dibuat dengan campuran kaldu ayam dengan tambahan beberapa bumbu dan limpahan cincangan ayam. Warnanya coklat sedikit kental. Lezat dan ringan di lidah. Jika mencari menu berbahan dasar daging babi, Botany juga menyiapkan beberapa menu spesial dengan bahan dasar daging babi yang otentik untuk hidangan Imlek.

Seperti Char Siu Pork, Chinese Roasted Pork Belly dan beberapa menu lainnya. Pilihan daging lainnya juga tersedia, seperti daging sapi. Untuk menu daging sapi, ada yang diiris tipis dan dimarinasi dengan bumbu khas selama semalaman. Irisan daging sapi ini sangat lembut dengan bumbu yang begitu terasa pada setiap serat dagingnya.

Selain daging sapi, olahan ayam dengan bumbu Sinchuan juga wajib dicoba. Sinchuan yang dikenal dengan kuliner pedasnya ini menawarkan rasa ayam yang berbeda dari menu lainnya. Lebih menantang. Rasa pedasnya sangat terasa, tapi jejak rasa manis juga masih ada. Tidak kalah dari semua sajian di atas, steam fish dengan saus bawang putih akan menjadi hidangan yang sempurna di lidah. Steam ikan ala Hong Kong ini memiliki tekstur daging ikan yang sangat lembut. Ikan yang digunakan adalah ikan kerapu segar. Sebelum di steam, ikan kerapu terlebih dulu telah dimarinasi sekitar tiga jam. Alhasil bumbunya benar-benar meresap.

“Setelah dimarinasi kemudian ikan di steam sekitar 30an menit. Tergantung daging ikan kerapunya,” kata Chef Agus. Untuk.saus, Chef Agus menggunakan bawang putih yang dicincang bersama dengan sejumlah saus dan kecap. Alhasil, kuah dari ikan kerapu ini sangat wangi harum bawang putih. Rasanya mampu membuat orang ketagihan.

Mengakhiri sesi makan bersama, Botany menyuguhkan aneka kue-kue tradisional yang cukup familiar dengan lidah Indonesia seperti onde-onde, kue mangkok. Kesemuanya merupakan kue-kue yang berakar pada tradisi kuliner Tionghoa.

Selain aneka jajanan pasar, Botany juga menyiapkan hidangan penutup lain berupa sajian soup seperti red been cream soup with dumpling serta mochi yang lembut dan manis. nik/R-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment