Merz Siap Jadi Kanselir Jerman | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Politik Jerman I Merz Ingin Geser Haluan Partai CDU ke Arah Kanan

Merz Siap Jadi Kanselir Jerman

Merz Siap Jadi Kanselir Jerman

Foto : AFP/Odd ANDERSEN
Foto Bersama l Mantan ketua Partai Christian Democratic Union (CDU), Annegret Kramp-Karrenbauer, saat berfoto bersama dengan mantan ketua kelompok anggota parlemen CDU, Friedrich Merz, usai pemilihan ketua CDU di Hamburg pada 7 Desember 2018. Pada Rabu (12/2) dua media Jerman menulis bahwa Merz siap menggantikan Angela Merkel sebagai Kanselir Jerman setelah kandidat utama CDU yaitu Kramp-Karrenbauer mundur dari posisi sebagai ketua CDU.
A   A   A   Pengaturan Font

Salah satu musuh bebuyutan Kanselir Angela Merkel yaitu Friedrich Merz, menyatakan ia siap menggantikan Merkel sebagai kanselir Jerman. Kesediaan Merz itu disampaikan setelah Annegret Kramp-Karrenbauer mundur dari posisi ketua CDU pada awal pekan ini.

BERLIN – Dua media lokal di Jerman pada Rabu (12/2) menulis bahwa Friedrich Merz, politisi dari partai berkuasa Christian Democratic Union (CDU) yang merupakan musuh bebuyutan Angela Merkel, menyatakan dirinya siap untuk menggantikan Merkel sebagai Kanselir Jerman.

Kesediaan Merz, yang ingin menggiring haluan politik CDU dari tengah kanan ke arah kanan, disampaikan setelah ketua CDU yang tadinya akan menggantikan Merkel yaitu Annegret Kramp-Karrenbauer, secara tak terduga menyatakan dirinya sudah tak berambisi lagi memimpin Jerman pada awal pekan ini setelah ada pertentangan internal partai terkait hubungan kerja sama dengan Partai Kiri (Die Linke) dan Partai Alternative for Germany (AfD).

Pemimpin CDU berikutnya secara otomatis akan jadi kandidat partai untuk jadi kanselir pada pemilihan umum Jerman yang rencananya akan digelar pada pengujung 2021. Karena CDU masih memimpin dalam jajak pendapat, siapapun yang jadi ketua CDU akan menggantikan Merkel setelah pemimpin perempuan itu berkuasa selama 15 tahun.

“Merz, seorang pengacara berusia 64 tahun, bersiap untuk menghadapi pemilihan internal partai yang diperkirakan akan dilaksanakan dalam beberapa bulan mendatang,” tulis harian

Bild dan kantor berita DPA. “Jika Merz berhasil jadi ketua partai, maka akan amat sulit bagi Merkel untuk tetap berkuasa hingga mandatnya berakhir pada tahun depan. Pemilihan yang dipercepat semakin pasti dilaksanakan,” lapor kedua media Jerman itu.

Merz diketahui tak bisa memaafkan Merkel setelah disingkirkan sebagai ketua kelompok partai di anggota parlemen di Bundestag pada 2002. Ia hampir saja mengalahkan Kramp-Karrenbauer sebagai ketua CDU saat pemilihan pemimpin partai pada Desember 2018 lalu.

Perbarui CDU

Pada Februari ini, Merz menyatakan hengkang dari jabatannya sebagai dewan pengawas pada perusahaan investasi BlackRock untuk mendedikasikan dirinya sepenuhnya pada dunia politik. Beberapa bulan terakhir, Merz bahkan mengecam Merkel karena telah gagal dalam kepemimpinannya.

“Saya mundur untuk membantu CDU untuk memperbarui diri,” kata dia.

Visi politik Merz terutama yang berniat menggeser haluan partai ke arah kanan, sejauh ini mendapat dukungan dari sebagian besar anggota CDU yang konservatif. Penggeseran haluan politik CDU diperkirakan juga bisa menggiring massa pemegang hak suara yang anti-Islam dan antiimigran yang lari ke AfD.

Kramp-Karrenbauer memilih keluar dari jabatannya sebagai ketua CDU karena pertikaian internal partai dimana ada beberapa anggota parlemen CDU yang menjalin kerja sama dengap Partai AfD dalam pemilihan regional untuk memilih menteri utama negara di Thuringia. “Saya menghadapai masa sulit sebagai ketua partai,” kata Kramp-Karrenbauer sebelum mundur.

Kebijakan utama CDU melarang kerja sama dengan partai berhaluan kiri dan kanan jauh pada tingkat nasional. Pelanggaran itu dikecam oleh partai yang jadi mitra koalisi CDU yaitu Social Democratic Party (SPD) dimana partai ini kemudian mendesak perundingan pada akhir pekan ini untuk membahas kemitraan koalisi di masa yang akan datang.  ang/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment