Mewujudkan Bengkulu yang Maju, dan Berdaya Saing | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 4 2020
No Comments
SUARA DAERAH

Mewujudkan Bengkulu yang Maju, dan Berdaya Saing

Mewujudkan Bengkulu yang Maju, dan Berdaya Saing

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Gubernur Bengkulu saat ini, Rohidin Mersyah bertekad untuk mewu­judkan Bengkulu yang ma­ju, sejahtera dan bermartabat dan berdaya saing tinggi. Un­tuk mengupas itu lebih lan­jut Koran Jakarta berkesempa­tan mewawancarai Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. Berikut petikan wawancaranya.

Anda bertekad mewujud­kan Bengkulu yang maju. Bi­sa dijelaskan maknanya?

Bengkulu maju itu men­gandung makna masyara­kat Bengkulu yang berpenge­tahuan dan sadar akan kebu­tuhan secara individual atau kelompok. Masyarakat yang mampu menyesuaikan den­gan perkembangan dan ke­butuhan regional, nasional dan global tapi dengan tetap mempertahankan ciri dan identitas masyarakat Bengku­lu yang beragam serta bijak­sana dalam menghargai adat dan kearifan-kearifan lokal.

Jadi dalam lima tahun kepemimpinan saya, saya in­gin membangun Bengku­lu sehingga provinsi ini me­miliki keunggulan kompara­tif dan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan dae­rah lain dalam segala aspek pembangunan. Bengkulu ber­daya saing tinggi yang in­gin kami wujudkan yang ter­cermin dalam pelayanan pub­lik, iklim usaha dan investasi, profesionalisme aparatur, per­aturan-peraturan yang di­hasilkan, dan sebagainya.

Apa saja infrastruktur strategis yang bisa men­dukung visi misi Anda membuat Bengkulu ber­daya saing tinggi?

Ya, meningkatkan kapasitas infrastruktur strategis dan berdaya sa­ing adalah salah satu yang masuk dalam visi misi ka­mi. Salah satunya, adalah meningkatkan kapasitas pelabuhan. Kami punya Pelabu­han Pulau Baai. Ini yang akan diting­katkan kapasitasnya, mengin­gat potensi peran pelabuhan Pulau Baai dalam pembangu­nan ekonomi Bengkulu san­gat besar dan penting.

Apa saja terobosan yang diperlukan untuk mening­katkan kapasitas pelabuhan Pulau Baai ini?

Ya diperlukan adanya tero­bosan kebijakan untuk opti­malisasi kapasitas pelabuhan melalui peningkatan kapasi­tas sarana dan prasarananya, maupun tata ke­lolanya, pem­bangunan dan pemban­gunan beber­apa terminal pelabuhan seperti peti kemas, benda cair, karantina hewan, termi­nal pen­gantongan semen curah. Ju­ga diperlukan pengembangan kerjasama dengan multi pihak untuk menjadikan pelabu­han Pulau Baai sebagai pusat koneksi pelabuhan samu­dera di Indonesia Bagian Barat. Peningkatan kapasitas pelabuhan ini harus mencer­minkan adanya keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dibandingkan den­gan pelabuhan sejenis yang ada di provinsi lain.

Infrastruktur strategis lainnya yang perlu diting­katkan kapasitasnya?

Bandara udara Fatmawa­ti. Bandara ini memerlukan perluasan dari sisi kapasitas bandara sebagai sarana trans­portasi orang dan barang. Ke­mudian pembangunan sa­rana dan prasarana kargo sesuai dengan standar inter­nasional. Kami ingin menja­dikan bandara Fatmawati se­bagai pusat kegiatan lalu in­tas arus barang dan orang, paling tidak di wilayah Suma­tera bagian Selatan. Tapi per­luasan kapasitan bandara ini juga harus mampu mencer­minkan keunggulan kompara­tif dan keunggulan kompeti­tif dibandingkan dengan ban­dara lain.

Infrastruktur strategis lainnya?

Infrastrukur kelistrikan. Sekarang yang mendesak di­lakukan adalah pembangu­nan jaringan internal provinsi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan indus­tri. Kemudian pembangu­nan pembangkit listrik tena­ga batu bara (padat dan cair). Pembangunan transmisi yang menjangkau provins-provin­si tetangga. Dan re-orientasi bisnis kelistrikan Bengkulu se­bagai pemasok tenaga listrik provinsi-provinsi di wilayah Sumatera bagian Selatan.

Peningkatan akses lintas provinsi juga sangat penting. Ini untuk membuka keter­isolasian dan atau kelancaran arus barang dan orang dari dan ke provinsi Bengkulu.

agus supriyatna/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment