Negara RCEP Tak Boleh Tersandera Sikap India | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Kemitraan Regional

Negara RCEP Tak Boleh Tersandera Sikap India

Negara RCEP Tak Boleh Tersandera Sikap India

Foto : DOK. KEMLU RI
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Mar­sudi, menyebut negara-ne­gara peserta Kemitraan Eko­nomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Eco­nomic Partnership/RCEP) ti­dak boleh tersandera sikap In­dia, yang hingga saat ini belum memutuskan untuk bergabung dengan mekanisme kerja sa­ma tersebut. Pernyataan itu di­sampaikan Menlu Retno dalam Rakernas Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bi­dang Hubungan Internasional di Jakarta, Selasa (19/11).

“Ini yang akan menjadi tan­tangan. Tetapi kita juga tidak bisa tersandera, karena sudah cukup lama, lebih dari 7 tahun kita menegosiasikan perjanjian tersebut,” kata Menlu Retno.

Karena tidak ingin tertahan atas sikap India, sebanyak 15 negara peserta RCEP yang ter­diri dari 10 negara Asean (As­sociation of Southeast Asian Nations) beserta lima mitranya yakni Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selan­dia Baru, menyepakati nego­siasi berbasis teks (text-based negotiations) yang memuat pokok-pokok pengaturan ser­ta hak dan kewajiban dalam RCEP.

Kesepakatan tersebut di­capai dalam Konferensi Ting­kat Tinggi (KTT) ke-3 RCEP di Thailand, awal November lalu, dan mencakup 20 bab perun­dingan, kecuali isu akses pasar dan kajian hukum (legal scrub­bing) yang masih harus disele­saikan seluruh negara yang ter­libat sebelum target penanda­tanganan perjanjian tersebut dilakukan pada 2020.

Sementara itu, dalam per­nyataan bersama yang dirilis para pemimpin negara RCEP disebutkan bahwa India me­miliki masalah luar biasa yang signifikan yang masih belum terselesaikan.

“Semua negara RCEP akan bekerja bersama untuk menye­lesaikan masalah-masalah ini dengan cara yang saling meng­untungkan. Keputusan ak­hir India akan tergantung pa­da solusi terbaik dari masalah ini,” demikian bunyi pernyata­an tersebut.

Menlu Retno sendiri tidak dapat memastikan apakah pa­da akhirnya India akan ber­gabung dengan RCEP, namun menyampaikan bahwa India memiliki pengaruh besar dari sisi populasi dan produk do­mestik bruto (PDB).

Jika RCEP disepakati oleh 16 negara, maka akan mencakup 47,4 persen populasi dunia. Sedangkan tanpa India, pakta perdagangan bebas itu hanya mencakup 29,6 persen popu­lasi dunia mengingat India me­miliki 1,3 miliar penduduk.

Sementara dari sisi PDB, 16 negara RCEP akan menyum­bang 32,2 persen PDB global. Jika India tidak bergabung, maka RCEP hanya mencakup 15,29 persen PDB global.

India telah menyatakan sikapnya untuk mempertim­bangkan tidak bergabung da­lam RCEP, meskipun Asean dan Tiongkok masih berha­rap negara itu akan tetap ber­gabung dalam perjanjian yang dinilai berkontribusi signifikan pada sistem perdagangan in­ternasional yang terbuka, ink­lusif, dan berdasarkan aturan serta perluasan rantai nilai.

Walau ada harapan itu, In­dia khawatir bahwa perjanji­an tersebut, yang mensyarat­kan penghapusan tarif secara bertahap, akan membuka pa­sar domestik negara itu terha­dap membanjirnya barang-ba­rang murah Tiongkok dan ha­sil pertanian dari Australia dan Selandia Baru yang akan mem­bahayakan produsen lokal. Ant/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment