Koran Jakarta | February 23 2018
No Comments
suara daerah

Pantai Pangandaran Direvitalisasi Jadi Wisata Dunia

Pantai Pangandaran Direvitalisasi Jadi Wisata Dunia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Potensi terbesar yang dimiliki Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, adalah pariwisata, baik objek wisata pantai maupun sungai. Terdapat banyak objek wisata favorit, baik yang diminati turis mancanegara maupun domestik. Tersedia juga fasilitas hotel dengan kelas yang bervariasi dan cukup lengkap, restoran dan tempat hiburan lainnya. Objek wisata tersebut terus ditata.

Objek wisata yang terdapat di Kabupaten Pangandaran, antara lain Pantai Pangandaran, Taman Wisata Alam (Cagar Alam Pananjung), Pantai Batu Hiu, Pantai Batu Karas, Pantai Madasari, Pantai Karapyak, dan wisata sungai yaitu Cukang Taneuh (Green Canyon), Citumang, Santirah. Namun, wisatawan yang datang ke Pantai Pangandaran sering mengeluh atas keberadaan tenda-tenda pedagang kaki lima (PKL) berwarna biru yang ada di sepanjang bibir pantai, baik di bagian timur dan barat pantai. Keberadaan tenda itu membuat kesan kumuh pada Pantai Pangandaran, yang sebenarnya sangat indah.

Pantai dengan pasir putihnya dan lautnya yang bening kebiruan lenyap oleh kumuhnya PKL. Upaya penataan PKL dengan memindahkan ke lokasi lain sudah dilakukan pekan lalu. Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, yang didukung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menata para PKL tersebut. Penataan ini mendapatkan dukungan dari para PKL. Untuk mengetahui konsep pengembangan dan penataan Pantai Pangandaran yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah daerah setempat, wartawan Koran Jakarta, Teguh Raharjo, berkesempatan mewawancarai Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, di Pangandaran, baru-baru ini.

Berikut petikan selengkapnya.

Sekarang PKL sudah pindah, pantai sudah bisa dilihat dari lobi hotel yang ada di Pangandaran ini, apakah akan tetap seperti ini ke depannya? Setelah pedagang pantai direlokasi dan pantai bersih dari tenda-tenda biru, pemerintah daerah akan mendesain kawasan Pantai Pangandaran menjadi lebih menarik. Lebih indah dan tentu akan diminati oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Menata kawasan pantai menjadi lebih nyaman bagi pengunjung sangatlah penting, terlebih Pangandaran tak pernah sepi dari wisatawan. Pada tahun 2017, tercatat sekitar tiga juta pengunjung yang datang ke objek wisata di Pangandaran. Jika dihitung per pengunjung berbelanja atau mengeluarkan uang sekitar 200 ribu rupiah saja, sudah 600 miliar rupiah uang yang berputar di kawasan Pangandaran.

Sudah lama ini direncanakan, kenapa baru sekarang dilakukan? Memang ada pro dan kontra atas rencana penataan kawasan Pangandaran, terutama memindahkan para PKL yang jumlahnya tidak sedikit. Sudah dua tahun direncanakan, akhirnya sekarang kami bisa melakukan. Ini tahapan pertama, melakukan relokasi. Anggaran sudah disiapkan untuk penataan kawasan ini. Untuk itu, memang ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Misalnya, dengan pembangunan empat unit gedung belanja masing- masing setinggi tiga lantai, yang kini menjadi tempat relokasi 1.300 PKL, lalu juga dibangun pasar wisata. Seperti kata Gubenur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, ini adalah citacita kami bersama. Sebab, 100 meter dari bibir pantai diukur saat air pasang itu betul-betul milik negara, tidak boleh ada bangunan apa pun.

Akan menjadi seperti apa wisata Pangandaran ke depannya? Dengan pentaan ini, khususnya membersihkan pantai dari sampah dan kumuhnya PKL, sejalan dengan rencana keinginan kami untuk menjadikan Pantai Pangandaran sebagai wisata kelas dunia. Selama ini, pantai itu selalu Bali, padahal di Jawa Barat banyak pantai yang menawan, salah satunya Pangandaran yang sudah dikenal luas. Pangandaran adalah objek wisata pantai yang sudah tidak asing dan sangat populer bagi wisatawan di wilayah Jawa Barat. Jika terwujud menjadikan Pantai Pangandaran sebagai wisata kelas dunia, tentunya akan meningkat pendapatan daerah serta ekonomi masyarakatnya.

Apakah hanya pariwisatanya saja? Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui gubernur sudah menandatangani surat keputusan bahwa Pangandaran kini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kami sudah siap karena sudah tersedia lahan seluas 196 hektare. Setelahnya akan ada pengesahan dari Kementerian Pariwisata, mudah-mudahan pertengahan tahun ini. Jika KEK disetujui maka akan ada pembangunan lainnya di sini, tentunya untuk meningkatkan Pangandaran, seperti pembangunan jalan tol Cileunyi Garut–Tasik– Pangandaran, atau membuka bandara kecil. Artinya, jika ini dijalankan maka perekonomian Pangandaran akan melaju dengan cepat.

Selain wisata, apa lagi? Pantai selatan juga menghasilkan produk perikanan. Nelayan kami masih produktif menghasilkan ikan dan itu juga bisa menjadi destinasi wisata, seperti wisata kuliner. Di Pantai Barat sudah ada restoran seafood dan juga pasar oleh-oleh. Mudahmudahan penataan ini bisa berhasil dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pangandaran. N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment