Pengunjuk Rasa Rusak Fasilitas di Stasiun Sha Tin | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 26 2020
No Comments
Konflik Hong Kong I Akses ke Bandara Dibatasi

Pengunjuk Rasa Rusak Fasilitas di Stasiun Sha Tin

Pengunjuk Rasa Rusak Fasilitas di Stasiun Sha Tin

Foto : AFP/NICOLAS ASFOURI
FASILITAS PUBLIK RUSAK I Sejumlah fasilitas publik dirusak oleh pengunjuk rasa pro-demokrasi saat demonstrasi di pintu masuk stasiun Sha Tin, dekat mal New Town Plaza, Kota New Territories, Hong Kong, Minggu (22/9).
A   A   A   Pengaturan Font
Saat beraksi, para pedemo menggunakan payung besar untuk menyembunyikan identitas mereka.

 

HONG KONG – Pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong melanjutkan aksi demonstrasinya dengan merusak sejumlah fasilitas di stasiun kereta api bawah tanah, Sha Tin, Kota New Territories, Minggu (22/9). Pengunjuk rasa antipemerintah ini merusak kamera pengawas dan sensor tiket elektronik.

Ini merupakan lanjutan dari protes berujung ricuh pada Sabtu (21/9), dan merupakan bagian dari rangkaian demon­strasi yang telah menggun­cang wilayah otonomi khusus Tiongkok itu selama lebih dari 100 hari terakhir.

Mereka merusak kamera dan sensor dengan menggu­nakan palu. Massa juga me­nyemprotkan cat ke layar tiket yang sudah rusak di stasiun kereta api bawah tanah Sha Tin itu.

Saat beraksi, para pedemo menggunakan payung besar untuk menyembunyikan iden­titas mereka. Setelah merusak sejumlah fasilitas di stasiun Sha Tin, mereka melanjutkan unjuk rasa ke sebuah mal yang ter­hubung dengan stasiun Sha Tin.

Ratusan orang, tua dan muda, berkumpul di New Town Plaza, pusat perbelan­jaan di Kota New Territories, Sha Tin. Mereka menyanyikan lagu berbahasa Kanton yang diterjemahkan berjudul Orang Hong Kong, Lanjutkan. Di sana, sebagian pengunjuk rasa membuat origami sebagai ben­tuk protes terhadap pemerin­tah Hong Kong.

Para demonstran memang berencana memblokir layanan jalur kereta api ke bandara. Mengantisipasi dampak unjuk rasa itu, otoritas Bandara Inter­nasional Hong Kong mewajib­kan agar kereta akses bandara hanya boleh dinaiki oleh penumpang pemilik tiket pener­bangan. Mereka juga menutup Stasiun Kereta Bandara Kow­loon yang berdekatan dengan syahbandar udara, dan menganjurkan calon penumpang berangkat dari stasiun tengah Kota Hong Kong.

Lempar Molotov

Satu hari sebelumnya, Sabtu (21/9), polisi Hong Kong menembakkan gas air mata un­tuk membubarkan aksi protes pro-demokrasi yang berparade di Kota Tuen Mun, yang ter­letak di sebelah barat daerah New Territories. Daerah New Territories ini menjadi lokasi tempat sejumlah demonstran membakar bendera Tiongkok dan merusak pagar kayu dan besi serta tanda lalu lintas.

Demonstrasi besar-besaran di Hong Kong terjadi sejak Juni 2019 saat pemerintah mencoba mengesahkan RUU Ekstradisi. Warga menolak legislasi ini karena bisa membuat mereka diekstradisi ke Tiongkok jika dianggap melanggar hukum.

Meski RUU Ekstradisi ini telah ditarik, warga menilai tin­dakan pemerintah Hong Kong sudah terlambat. Tuntutan mereka makin meluas. Demon­stran kini menyerukan pen­egakan demokrasi, yang dinilai sudah semakin terkikis oleh intervensi Tiongkok. AFP/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment