Pentagon: Tak Ada Bukti Spesifik Iran akan Serang 4 Kedubes AS | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 26 2020
No Comments

Pentagon: Tak Ada Bukti Spesifik Iran akan Serang 4 Kedubes AS

Pentagon: Tak Ada Bukti Spesifik Iran akan Serang 4 Kedubes AS

Foto : REUTERS/Tom Brenner
Mark Esper
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper, pada Minggu (12/1), mengatakan dirinya tidak melihat bukti spesifik dari pejabat intelijen bahwa Iran akan menyerang empat kedutaan besar AS, sebagaimana pernyataan oleh Presiden Donald Trump dalam membenarkan kematian jenderal besar Iran.

Saat Esper mengatakan dirinya sepakat dengan Trump bahwa ada potensi serangan susulan terhadap kedutaan besar AS, Esper menuturkan di acara bincang-bincang Face the Nation CBS bahwa pernyataan Trump kepada Fox News tidak berdasarkan pada bukti spesifik tentang serangan empat kedubes.

"Apa yang telah disampaikan presiden adalah bahwa mungkin akan ada serangan susulan terhadap kedubes. Saya berbagi pandangan itu," kata Esper. "Presiden tidak menyebutkan bukti spesifik," imbuh dia

Ketika didesak apakah pejabat intelijen memberikan bukti konkret soal itu, Esper menjawab bahwa dirinya tidak melihatnya sehubungan dengan empat kedubes.

Sejak mengkonfirmasi bahwa pemimpin militer Iran Qassem Soleimani tewas dalam serangan udara AS di Baghdad, pejabat pemerintah mengklaim mereka bertindak lantaran adanya potensi serangan dalam waktu dekat terhadap diplomat dan anggota dinas Amerika di Irak dan di seluruh kawasan tersebut.

Pejabat Partai Demokrat dan segelintir pejabat Partai Republik di Kongres mempertanyakan pembenaran serangan tersebut. Mereka juga mengaku tidak diberikan penjelasan memadai dan terperinci soal serangan.

Trump pada Jumat (10/1) lalu mengatakan bahwa Iran mungkin telah menargetkan kedutaan besar AS di Baghdad dan berniat menyerang empat kedubes AS sebelum Soleimani tewas dalam serangan pesawat nirawak AS pada 3 Januari. Ant/ils

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment