Koran Jakarta | August 17 2018
No Comments

Perlu Perjuangan Keras untuk Dapat Kuliah di Eropa

Perlu Perjuangan Keras untuk Dapat Kuliah di Eropa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Diary La Sorbonne

Penulis : Kualakata

Penerbit : Bhuana Sastra

Cetakan : I, 2018

Tebal : xiv + 210 halaman

ISBN : 978-602-455-274-9

Melanjutkan kuliah di luar negeri menjadi impian besar mahasiswa Indonesia. Apalagi kuliah di Eropa yang memiliki alam, budaya, dan musim yang memesona. Tentukan jurusan dan universitas. Perhatikan syarat-syarat dan estimasi biaya. Pastikan lulus S-1 dulu karena untuk mendaftar butuh ijazah dan transkrip nilai. Buku ini merupakan inspirasi kuliah di luar negeri dari seorang Kualakata, sebagaimana diolah dari diary-nya saat menjadi mahsiswa master di Universite Paris-Sorbonne IV.

Fokus utama pada sastra dan penulisan kreatif. Kualakata menempuh S-1 di jurusan Bahasa dan Sastra Prancis, Universitas Brawijaya Malang. Ia bukan dari keluarga kaya dan terpandang, tapi dari desa kecil di Kabupaten Sidoarjo. Ayahnya seorang guru dan ibunya mengurus rumah tangga.

Semua terwujud berbekal mimpi dan tekad. Sejak kecil, Kualakata suka film Hollywood dan membaca novel terjemahan. Berawal dari kegemaran ini, dia memiliki suatu koneksi kuat terhadap arsitektur barat beserta alamnya. “Raga boleh tinggal di desa, tapi imaji bisa menjangkau sampai ke angkasa,” pikirnya. Biaya kuliah dan hidup terpenting melanjutkan kuliah.

Biaya hidup di Prancis jauh di atas standar hidup Indonesia. Ayahnya tidak bisa membiayai kuliah S-2 di Prancis. Akhirnya, Kualakata mengajukan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Beasiswa (LPDB) yang dibentuk tahun 2012 oleh beberapa kementerian (hal 19).

Sejak berdiri, LPDP memiliki misi menjadi lembaga penyedia biaya pendidikan terbaik tingkat regional dan nasional. Ini termasuk menanamkan nasionalisme bahwa mahasiswa yang kuliah di luar negeri, setelah ilmu dan pengalaman mencukupi, harus pulang mengabdi kepada bangsa. Mereka tidak boleh melupakan tanah kelahirannya (hal 35).

La Sorbonne menjadi bagian dari salah satu universitas tua tempat para sastrawan dulunya menimba ilmu. Kampus ini masih mempertahankan keklasikannya, termasuk sistem perkuliahannya. Awal perkuliahan dimulai sekitar September, saat memasuki musim gugur. Hampir semua aktivitas di kampus menggunakan kartu mahasiswa yang merupakan kunci penting dalam mendaftar semua fasilitas kampus. Masuk gerbang Sorbonne pun wajib menunjukkan kartu mahasiswa. Syarat mendapatkannya harus membuat proposal penelitian sampai berhasil disetujui dosen (hal 51).

Ketika tinggal di Prancis, otomatis harus berbahasa Prancis yang diidentikkan sebagai romantis dan enak didengar. Mata kuliah di Sorbonne lebih terperinci. Setiap perkuliahan, mahasiswa diwajibkan mencatat sendiri dan harus lebih mandiri. Mereka juga harus inisiatif mencari dosen untuk bimbingan. Para mahasiswanya sangat gemar membaca dan wawasan sastranya luas.

Sejarah La Sorbonne, sejak abad pertengahan sudah dikenal sebagai salah satu tempat intelegensi budaya bernaung. Didirikan pada abad ke-13 (1253) oleh Robert de Sorbon, pendeta dari Raja Louis IX. Saat Revolusi Prancis, kampus ini ditutup dan dibuka kembali oleh Napoleon. Hingga kini, dia masih menjadi simbol semua universitas dan akademisi Prancis (hal 76–77).

Pesan penting dari Kualakata, ketika jauh dari Tanah Air, jangan pernah menjelek-jelekkan Indonesia di depan warga asing, bagaimana pun buruknya keadaan bangsa dan negara. Itu sama saja menebarkan aib keluarga sendiri. Pelajar di luar negeri punya tugas ganda: menuntut ilmu dan menjadi duta bangsa, sebagai representasi suatu bangsa.

Jatuh bangun telah dilalui Kualakata. Pribadi ulet dan pekerja keras. Ia tidak akan berhenti beraktualisasi diri dan menggali potensi, terus berusaha dan bekerja keras demi menggapai semua impian. Dia terus belajar, menulis, dan menginspirasi semua orang. Buku ini sangat berharga sebagai bahan referensi kuliah di luar negeri, terutama Eropa. 

Diresensi Teguh Wibowo, Alumnus MAN Panggul, Trenggalek, Jatim

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment