Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Bisnis Perminyakan

Pertamina Tepis Tudingan PMID Mafia Migas

Pertamina Tepis Tudingan PMID Mafia Migas

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Seiring didirikannya PT Pertamina International Marketing & Distribution, Pte Ltd (PIMD) di Singapura, publik menuding strategis tersebut merupakan pintu masuknya bagi praktik mafia migas. Pola kerja PMID yang mirip dengan Petral, anak usaha Pertamina yang telah dibubarkan bakal menjadi sasaran para mafia mengeruk untung di bisnis migas.


PT Pertamina (Persero) menegaskan pendirian PIMD bukan untuk mengganti Petral, anak usaha Pertamina yang telah dibubarkan pada 2015 lalu. Hal itu untuk mengklarifikasi tudingan sejumlah kalangan yang menduga perusahaan migas tersebut kembali membuka trading arm di Singapura.


VP Corporate Communication PT Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan, Petral merupakan trading arm Pertamina dalam import minyak mentah untuk kebutuhan domestik, sedangkan PIMD merupakan trading arm untuk menjual produk Pertamina maupun produk pihak ketiga di pasar international.


“PIMD jangan disamakan dengan Petral, karena PIMD fokus untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui penjualan di luar negeri. Jadi bukan untuk memenuhi kebutuhan domestik,” dalam keteranganya di Jakarta (9/10). Menurutnya, pemenuhan kebutuhan minyak mentah maupun produk BBM domestik tetap dilakukan sesuai amanat pemerintah yaitu oleh fungsi di internal Pertamina melalui Integrated Supply Chain atau ISC.


Mafia Migas
Mantan Anggota Tim Anti Mafia Migas Fahmi Radi menegaskan, pembukaan kembali trading arm Pemasaran di Singapore sangat tidak tepat, bahkan blunder, yang berpotensi mengundang Mafia Migas.


Praktik pemburuan rente ala Petral pasti akan terulang kembali, utamanya dalam pengadaan impor LPG, yang masih dibutuhkan di pasar dalam negeri dalam jumlah yang besar. Sedangkan kapasitas jualan produk Pertamina, MFO 380 untuk BBM kapal laut dan produk pihak ketiga ke pasar international, masih sangat kecil.


“Ujung-ujungnya, PIMD hanya akan melakukan impor LPG, yang rawan menjadi sasaran mafia migas untuk berburu rente seperti yang terjadi pada Petral,”ungkap Fahmi.
Fahmi menambahkan, serupa dengan PIMD, Petral awalnya juga dimaksudkan untuk menjual minyak mentah di pasar internasional pada saat Indonesia masih sebagai negara eksportir minyak. Namun, pada saat Indonesia sudah menjadi negara net importer, fungsi petral sebagai satu-satunya trading arm yang hanya impor crude untuk kilang Indonesia dan impor BBM untuk kebutuhan dalam negeri. ers/E-12

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment