PM Bosnia Sangkal ISIS Himpun Kekuatan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 23 2017
No Comments
Kelompok Militan

PM Bosnia Sangkal ISIS Himpun Kekuatan

PM Bosnia Sangkal ISIS Himpun Kekuatan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

SARAJEVO – Perdana Menteri Bosnia, Denis Zvizdic, pada Selasa (12/9) menyangkal bahwa kelompok militan Islamic State (ISIS) telah menghimpun kekuatan di negaranya. Pernyataan itu disampaikan Zvizdic setelah ramai tudingan dari sejumlah pemimpin negara di Eropa yang menyebut kelompok radikal Muslim di wilayah Balkan diprediksi bisa menjadi ancaman teroris bagi Eropa.

“Bendera ISIS tak pernah berkibat di Bosnia,” kata PM Zvizdic usai melakukan pertemuan dengan menteri keamanan dan sejumlah petinggi lembaga keamanan dan intelijen. Atas tudingan itu, PM Zvizdic menyebut tak bisa dibuktikan dan bermuatan politik, serta bisa merusak iklim investasi dan wisata di Bosnia.

Sejumlah warga Muslim Bosnia diketahui telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak, namun pihak kepolisian Bosnia mengklaim telah berhasil membendung arus kepergian mereka sepanjang 18 bulan terakhir dan siapaun yang kembali dari medan pertempuran telah dipenjarakan karena melanggar aturan untuk bertempur di luar negeri.

Presiden Republik Czek, Milos Zeman, sebelumnya menyatakan ISIS telah membuat markas di Eropa dan markas itu ada di Bosnia. “Sejumlah bendera ISIS terlihat telah berkibar di sejumlah kota di Bosnia,” kata Presiden Zeman.

Sementara itu Presiden Kroasia, Kolinda Grabar-Kitarovic, juga telah mewantiwanti pulangan ribuan anggota militan dari Suriah dan Irak ke Bosnia. Majalah asal Kroasia, Globus, edisi pekan lalu menulis warga Bosnia yang merupakan simpatisan ISIS jumlahnya berkisar 5.000-10.000 orang.

Dinas keamanan Bosnia menyebut hanya ada 240 warga Bosnia yang bergabung dengan ISIS sejak 2012 dan 116 orang di antaranya saat ini masih ada di Suriah ataun Irak. Dari 44 orang yang pulang, 23 orang simpatisan telah mendekam di penjara.

Ancaman dari Luar

Pada bagian lain, Menteri Keamanan Bosnia, Dragan Mektic, menyebut ancaman terorisme di Bosnia justru datang dari luar negaranya. Bulan lalu, Menteri Mektic mengatakan bahwa dinas keamanan Bosnia berhasil mencegah masuknya seorang individu yang mencoba melakukan aksi terorisme di negaranya.

Pada 2015, dua personel Angkatan Bersenjata Bosnia dan seorang petugas polisi tewas dalam dua insiden serangan di Bosnia. Namun tak ditemukan bukti bahwa serangan itu ada kaitannya dengan aktivitas kelompok teroris. Rtr/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment