Koran Jakarta | August 18 2018
No Comments
Kebijakan Pemerintah

Program Padat Karya Tunai Dongkrak Daya Beli

Program Padat Karya Tunai Dongkrak Daya Beli

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

SERAM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap program Padat Karya Tunai (PKT ) mampu menaikkan daya beli masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan karena program padat karya tunai digulirkan pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat melalui keterlibatan warga setempat.

“Kita ingin padat karya tunai ini bisa mendistribusikan anggaran langsung ke desa sehingga tingkat konsumsi atau daya beli masyarakat semakin naik,”

kata Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan irigasi dan jalan produksi persawahan di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Rabu (14/2).

Presiden menuturkan lembangunan irigasi di desa tersebut merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dan, proyek tersebut mampu menghasilkan lapangan kerja dengan menyerap sekira 120 warga setempat. Dengan cara yang sangat produktif ini, lanjut Presiden, pemerintah ingin dilakukan perbaikan jalan-jalan produksi dari sawah ke sawah dan irigasi di sawah.

“Sehingga banyak manfaat dari program padat karya tunai ini,” ucap Presiden. Program padat karya tunai yang ditinjau Presiden bersama Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Maluku Said Assagaff adalah pembangunan jalan produksi sepanjang 1.095 meter,

dengan nilai 600 juta rupiah dan berlangsung selama tiga bulan. Selain itu juga ada pembangunan irigasi kecil sepanjang 3,6 kilometer dengan nilai 1,35 miliar rupiah dan dikerjakan selama 50 hari.

Dalam kesempatan lain, Presiden Jokowi membagikan 1.000 kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan 1.010 Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Lapangan Sepakbola Dusun Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Bantuan PKH dimaksudkan sebagai program perlindungan sosial kepada keluarga prasejahtera yang menyediakan bantuan nontunai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Program Keluarga Harapan ini ada dana 1.890.000 rupiah. Ambilnya mulai Februari ini bisa 500.000 rupiah dulu,” ujar Presiden.

Presiden menuturkan, dana total yang tersedia dalam kartu PKH itu dapat diambil sebanyak empat kali pengambilan melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah.

Sementara itu, lanjut Presiden untuk KIP diberikan kepada pelajar tingkat SD sebesar 450 ribu rupiah per tahun, pelajar SMP 750 ribu rupiah dan tingkat SMA maupun SMK, disediakan dana bantuan sebesar 1 juta rupiah.

“Kartu ini hanya untuk halhal yang berkaitan dengan pendidikan. Bukan untuk yang lain-lainnya,” tutup Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Maluku Said Assagaff. fdl/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment