Pura Agung Lokanatha Denpasar Rusak akibat Gempa | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Bencana Alam

Pura Agung Lokanatha Denpasar Rusak akibat Gempa

Pura Agung Lokanatha Denpasar Rusak akibat Gempa

Foto : ANTARA/NYOMAN BUDHIANA
RUSAK DIGUNCANG GEMPA I Pemuka agama Hindu memantau kerusakan pada bagian candi yang runtuh akibat gempa di Pura Lokanatha, Denpasar, Bali, Selasa (16/7). Gempa yang mengguncang Bali pada 6 skala richter pukul 08.18 Wita tersebut tidak menimbulkan korban jiwa tapi sejumlah bangunan di beberapa kawasan di Bali mengalami kerusakan.
A   A   A   Pengaturan Font

DENPASAR – Pura Agung Lokanatha di Kota Denpasar, Bali, mengalami kerusakan cukup parah pada bagian Pad­masana akibat terjadinya gem­pa bumi dengan berkekuatan 6 skala Richter yang terjadi pada Selasa (16/7) pagi.

Sekretaris Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Rai Iswara, mengatakan gempa bumi yang mengguncang Bali berdampak juga di Kota Den­pasar, salah satunya terjadi kerusakan bangunan pura tersebut. “Akibat gempa bumi tersebut, di areal pura tersebut terjadi kerusakan pada ‘Ulon Palinggih Padmasana’ Pura Agung Lokanatha, Lumintang Denpasar, antara lain pada ornamen Paksi serta ekor Be­dawang Nala Padmasana tersebut,” ucapnya.

Ia mengatakan puing-puing bangunan tersebut yang ro­boh sudah dikumpulkan dan dibersihkan, sehingga dalam waktu dekat akan segera di­lakukan perbaikan.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Ben­cana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan gempa yang terjadi di Bali akibat aktivitas antara lempeng Indoaustralia dan lempeng Eurasia.

“Lempeng Indoaustralia melakukan subduksi yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia sehingga mengakibat­kan gempa,” kata Agus.

Agus mengatakan gempa tersebut mengakibatkan satu orang luka-luka dan 38 bangunan mengalami kerusakan. Enam rumah rusak akibat gem­pa, dengan perincian satu ro­boh, satu rusak berat, dua rusak sedang, dan dua rusak ringan.

Bangunan lainnya yang ru­sak yaitu lima rumah ibadah, 11 sekolah, dua fasilitas kesehatan, tujuh gedung pemerintahan, lima fasilitas umum, satu hotel, dan satu toko.

“Bangunan yang rusak tersebar di Kabupaten Bule­leng, Kabupaten Gianyar, Ka­bupaten Badung, dan Kota Denpasar,” jelasnya.

Agus mengatakan penanganan gempa Bali masih di­tangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali secara mandiri. Namun, bila di­perlukan dan ada permintaan, BNPB akan membantu.

Gempa berkekuatan 5,8 skala Richter, yang semula dilaporkan 6 skala Richter, terjadi pada pukul 07.18 WIB. Hingga pukul 12.00, telah ter­jadi 11 gempa susulan dengan kekuatan lebih ringan.

Pusat gempa terjadi di 83 kilometer Barat Daya Nusa Dua dengan koordinat 9,11 derajat Lintang Selatan dan 114,54 Bujur Timur pada ke­dalaman 68 kilometer.

Pada skala Mercalli, gempa dirasakan di Badung dan Nusa Dua (Skala V); Denpasar, Mata­ram, Lombok Tengah, dan Lombok Barat (Skala IV); Ka­rangkater, Sumbawa, Lombok Timur, dan Lombok Utara (Ska­la III); serta Jember dan Luma­jang (Skala II). Ant/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment