Ratusan Rumah Warga Lebak Korban Banjir Direlokasi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments

Ratusan Rumah Warga Lebak Korban Banjir Direlokasi

Ratusan Rumah Warga Lebak Korban Banjir Direlokasi

Foto : ANTARA
Sebanyak 807 rumah warga Kabupaten Lebak, Banten, yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor akan direlokasi ke tempat yang lebih aman dari ancaman bencana alam
A   A   A   Pengaturan Font

LEBAK - Sebanyak 807 rumah warga Kabupaten Lebak, Banten, yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor akan direlokasi ke tempat yang lebih aman dari ancaman bencana alam itu.

"Kita melakukan verifikasi dan analisis terhadap 1.649 rumah dan diputuskan 807 rumah yang direlokasi," kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DKPP) Kabupaten Lebak, Wawan Hermawan, di Lebak, Rabu (22/1).

Pemerintah daerah melaksanakan relokasi tersebut karena rumah tersebut berada di lokasi rawan bencana alam. Mereka warga tinggal di tepi bantaran Sungai Ciberang juga di kaki kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Berdasarkan hasil pendataan verifikasi dan analisis, sebanyak 807 rumah harus direlokasi ke tempat yang lebih aman dari ancaman longsor dan banjir. "Kami berharap realisasi pelaksanaan pembangunan relokasi itu bisa dikerjakan setelah berakhirnya masa tanggap darurat 28 Januari 2020," ujar Wawan.

Ditambahkan Wawan bahwa relokasi itu setelah adanya jaminan dari Badan Geologi untuk memastikan kawasan aman dari ancaman bencana alam. Masyarakat terdampak bencana alam itu akan tinggal di hunian sementara (huntara) yang lokasinya di Dodiklatpur Ciuyah, Kecamatan Sajira.

Pembangunan akan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan memberikan dana stimulan untuk rumah rusak berat 50 juta rupiah, rusak sedang 25 juta rupiah, dan rusak ringan 10 juta rupiah. Masyarakat yang tidak tinggal di huntara nantinya akan menerima dana sewa rumah 500 ribu rupiah per bulan. "Dana sewa rumah itu sambil menunggu rampungnya pembangunan di tempat relokasi itu," papar Wawan.

Seorang warga Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Amin, mengaku bingung setelah rumahnya rusak berat diterjang banjir bandang akibat luapan Sungai Ciberang. Banjir bandang mengakibatkan semua perabotan rumah tangga dan rumahnya rusak berat dan tidak bisa dihuni dengan anggota keluarga.

"Kami menyambut baik jika pemerintah akan membantu warga korban banjir bandang dan longsor," pungkas Amin. Ant/ils

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment