Koran Jakarta | May 22 2019
No Comments

Renminbi dan Raksasa Ekonomi Tiongkok

Renminbi dan Raksasa Ekonomi Tiongkok

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Reformasi Ekonomi Tiongkok dan Kebangkitan Renminbi

Penulis : Chen Yu

Penerbit : Yayasan Obor

Cetakan : 2019

Tebal : XXIII + 224 Halaman

Sebuah buku baru yang menarik tentang ekonomi Tiongkok dan kebangkitan mata uang Renminbi telah diterbitkan Yayasan Obor, Febru­ari 2019. Penulis buku ini, Chen Yulu, bukan saja memahami tema, dia juga punya posisi yang sangat strategis dan menentukan di negaranya.

Chen Yulu adalah Deputy Governor Bank Sentral Tiongkok atau People’s Bank of Tiongkok sejak 2015 hingga kini. Selain itu, Chen Yulu adalah Executive Director/Deputy Secretary General Chinese Society for Finance and Banking dan pernah menjabat Pre­siden Renmin University di Tiongkok 2011–2015.

Latar belakag posisi jabatan inilah yang menjamin bukunya mampu membedah secara komprehensif per­kembangan Renminbi dalam konteks reformasi ekonomi Tiongkok. Pembaca akan lebih dimudahkan pengantar panjang lebar yang ditulis dosen dan peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Maddaremmeng A Pannennungi. Dia mengulas dengan gamblang isi buku dan mengajak pem­baca lebih mengikuti uraian Chen Yulu.

Terbitnya buku ChenYulu ini seakan menegaskan geliat ekonomi Tiong­kok saat ini yang telah menggurita dan menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua dunia setelah Amerika Serikat. Perlahan tapi pasti, reformasi ekonomi yang telah dicanangkan lama ini ber­hasil menempatkan Tiongkok sebagai kekuatan raksasa yang kini tidak bisa dilepaskan dalam konteks persaingan ekonomi global. Renmimbi menjadi legitimasi atas kekuatan ekonomi Tiongkok tersebut.

Chen Yulu membagi buku dalam enam bab, dilengkap tabel dan grafis yang memperjelas setiap pembahasan. Bab pertama mulai dari evolusi historis budaya moneter negara Tiongkok. Bab kedua tentang mata uang nega­ra Tiongkok dan pertumbuhannya yang tanpa krisis. Bab terakhir (enam) mengenai reformasi internasional dan globalisasi Renmimbi.

Maddaremmeng A Pannennungi dalam pengantarnya menilai, buku menarik untuk didalami dan dipelajari, bukan hanya karena mampu menjelas­kan evolusi terkait kebijakan mata uang Tiongkok yang meningkat perannya dalam dunia internasionl saat ini. Dia juga mampu menjelaskan perkem­bangan kebijakan ekonomi Tiongkok secara umum.

“Perkembangan kebijakan eko­nomi secara riil akan sangat berkaitan dengan uang. Jika ekonomi diumpa­makan seperti tubuh, maka uang ada­lah darahnya,” kata dosen Ekonomi dan Bisnis UI ini

Menarik juga pandangan Manag­ing Direktor IMF, Christine Lagarde, yang dikutip dalam back cover buku ini. Menurut Lagarde, inklusi dari Ren­mimbi mencerminkan kemajuan yang telah dilakukan terkait reformasi Tiong­kok baik moneter, nilai tukar, sistem finansial, pengakuan atas liberalisasi, maupun peningkatan infrastruktur dari pasar finansialnya.

Jadi buat yang ingin mengetahui Tiongko saat ini menjadi raksasa eko­nomi dunia dan Renmimbi menopang gerak raksasa itu, memang buku ini patut untuk dibaca.

Sayangnya, dalam buku ini tidak dijelaskan atau diberi halaman khusus tentang penulisnya, atau siapa Chen Yulu lebih jauh. Banyak yang mengeta­hui Chen Yulu karena diungkap pem­beri pengantar, Maddaremmeng. Diresensi Suradi SS, Wartawan Koran Jakarta

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment