Koran Jakarta | August 19 2017
No Comments
Layanan Keuangan Digital

Respons Fintech, OJK Bentuk Dua Unit BaruRahmat

Respons Fintech, OJK Bentuk Dua Unit BaruRahmat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk dua unit atau direktorat baru guna merespons perkembangan industri jasa keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech).

Dua direktorat baru di OJK tersebut adalah Unit Inovasi Keuangan Digital dan Unit Perizinan dan Pengawasan Fintech.

"Sudah ditunjuk direkturnya, tetapi belum bisa diumumkan karena belum resmi. Keduanya akan sama-sama memajukan fintech. Kalau (unit) inovasi keuangan digital akan menangani regulatory sand box dan penelitian,”

ujar Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Upaya OJK merespons perkembangan fintech juga dilakukan dengan membentuk Forum Pakar Fintech dan pusat inovasi atau innovation hub khusus fintech.

Forum pakar tersebut menjadi wadah pengembangan arah industri fintech yang beranggotakan individu-individu dari 21 entitas seperti kementerian, lembaga, asosiasi, universitas, dan perusahaan pelaku usaha terkait.

Komite tersebut akan memberikan rekomendasi dan masukan sekaligus memfasilitasi koordinasi antarlembaga dengan pelaku perusahaan rintisan fintech.

Sementara itu, pusat inovasi fintech OJK diproyeksikan menjadi titik singgung berbagai inkubator fintech untuk kemudian mendiskusikan perkembangannya.

“Innovation hub menjadi titik singgung yang utama, terutama dengan semua inkubator agar fintech berkembang di Indonesia,” kata Rahmat.

Perluas Akses

Dia menambahkan pemahaman dan diskusi mengenai perkembangan industri fintech diharapkan mampu berdampak positif bagi upaya memperluas akses layanan sektor jasa keuangan kepada masyarakat.

“Beberapa hal yang perlu disinggung seperti apa yang harus dilakukan untuk program inklusi keuangan, regulasi terkait infrastruktur teknologi, tanda tangan digital, pajak, investasi asing, dan lain-lain,” ujar Rahmat.

Seperti diketahui, Asosiasi Fintech Indonesia mencatat hanya terdapat empat perusahaan fintech di 2006. Pada kurun 2015–2016, tercatat terdapat 165 perusahaan rintisan fintech yang terdaftar di OJK.

Pelaku fintech di Indonesia tersebut sekitar 43 persen bergerak di sektor pembayaran, 17 persen layanan pinjam meminjam langsung berbasis teknologi informasi, dan sisanya berbentuk agregator, crowd funding dan lain-lain. Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment