RI Tegaskan Komitmen Berantas Ranjau Darat | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
No Comments
Diplomasi Indonesia

RI Tegaskan Komitmen Berantas Ranjau Darat

RI Tegaskan Komitmen Berantas Ranjau Darat

Foto : KBRI Oslo
A   A   A   Pengaturan Font

OSLO - Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Islandia, Todung Mulya Lubis, kembali menegaskan komitmen Indonesia bersama masyarakat internasional untuk melaksanakan kewajiban konvensi dalam memberantas penggunaan ranjau darat antipersonel (RDAP) di berbagai penjuru dunia.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kesempatan Review Conference Konvensi Pelarangan RDAP, yang berlangsung pada 25-29 November 2019, di Oslo, Norwegia.

Dalam pernyataan nasionalnya, Dubes RI juga menggarisbawahi bahwa Indonesia telah meratifikasi Konvensi Pelarangan Ranjau Darat Antipersonel (Anti Personnel Mine Ban Convention) melalui UU Nomor 20 Tahun 2006, yang isinya Indonesia berkomitmen untuk tidak menggunakan, memproduksi, dan mendistribusikan ranjau darat sebagai bagian dari kebijakan pertahanan nasional.

“Selain menegaskan kembali komitmen internasional Indonesia dalam upaya pemberantasan RDAP, delegasi Indonesia juga telah menyampaikan perkembangan kontribusi Indonesia dalam implementasi ketentuan-ketentuan Konvensi baik di tingkat nasional, regional maupun global,” demikian pernyataan delegasi RI seperti dikutip dari laman kemlu.go.id pada Kamis (5/12).

Di tingkat nasional, sejak 2007 hingga 2019, Indonesia secara berkala telah melakukan penghapusan lebih dari 80 persen cadangan RDAP yang dimiliki. Sisa cadangan ranjau darat yang dimiliki Indonesia masih dalam jumlah yang diperbolehkan oleh konvensi dan semata-mata digunakan hanya untuk kepentingan pelatihan Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Pasukan Penjinak Bom.

Pada tingkat regional, Indonesia terus berkontribusi terhadap promosi implementasi konvensi dan penanganan aspek kemanusiaannya di kawasan, termasuk melalui kerangka Asean Regional Mine Action Center atau ARMAC.

Target 2025

Sementara itu, dalam konteks global, Indonesia sebagai negara penyumbang terbesar Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, juga berkontribusi aktif dalam upaya penanganan RDAP di sejumlah negara yang sedang dilanda konflik.

Sebagai hasil dari Review Conference. telah disepakati dokumen Oslo Declaration dan Oslo Plan of Action sebagai kelanjutan dokumen serupa pada Review Conference di Maputo pada 2014. Dokumen merupakan roadmap negara pihak untuk lima tahun ke depan dalam upaya menciptakan dunia yang bebas RDAP pada 2025.

Konferensi Internasional Pelarangan RDAP ini diikuti oleh perwakilan 164 negara anggota, organisasi internasional dan regional, lembaga swadaya massyarakat, perwakilan masyarakat madani, korban ranjau darat, serta pemangku kepentingan relevan lainnya.

Selama lebih dari 20 tahun sejak diimplementasikannya Konvensi Pelarangan Ranjau Darat Antipersonel, tercatat setidaknya 53 juta RDAP berhasil dimusnahkan, dan ratusan kilometer persegi lahan dibersihkan dari ranjau darat di berbagai penjuru dunia. I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment