Koran Jakarta | September 23 2019
No Comments
Pelayanan Kesehatan

Riset Kesehatan Didorong Lahirkan Inovasi

Riset Kesehatan Didorong Lahirkan Inovasi

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pusat-pusat riset klinis, terutama yang berba­sis rumah sakit dituntut untuk selalu melakukan riset. Hal ini diperlukan agar di bidang ke­sehatan muncul terobosan dan inovasi dalam meningkatkan pelayanan dan fasilitas kese­hatan.

Menteri Kesehatan (Men­kes), Nila F Moeloek, mengata­kan kehadiran riset-riset di bi­dang kesehatan merupakan ide yang sangat baik. Menurutnya, perlu juga ada keterlibatan dari berbagai pihak agar hasil riset tersebut dapat termanfaatkan secara maksimal.

“Kementerian Kesehatan ingin menyinergikan riset-riset di bidang kesehatan karena kami melihat banyak rumah sakit yang memerlukan pela­yanan yang bermutu. Sudah tentu rumah sakit juga me­merlukan fasilitas kedokteran,” ujar Menkes dalam acara soft launching INcrase, di Jakarta, Jumat (23/8).

Ia mengatakan salah satu aspek yang harus dicapai da­lam kegiatan riset di bidang kesehatan yaitu melahirkan produk-produk alat kesehatan. Pemerintah (Kemenkes) akan memberikan bantuan kepada pihak-pihak yang melakukan riset untuk melahirkan alat ke­sehatan.

Ia mengharapkan kegiatan riset bidang kesehatan di lak­sanakan sesederhana mung­kin. “Kami menginginkan lagi, tentu ada inovasi yang baru dalam membuat alat-alat ke­sehatan. Khususnya membuat inovasi yang sederhana. Ada banyak penemuan oleh dokter atau tenaga kedokteran, tapi tetap harus kita uji terlebih da­hulu,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Menkes juga mengatakan ba­nyak perilaku masyarakat yang masih cepat terpengaruh oleh testimoni atau berita viral ten­tang suatu khasiat zat atau ben­da untuk mengobati suatu pe­nyakit. Padahal, fakta tentang penemuan tersebut belum me­menuhi kaidah etik dan ilmiah riset klinis.

Sampai saat ini, kata Men­kes, berdasarkan hasil riset yang dilakukan Kemenkes dari 34 provinsi, telah berha­sil mengidentifikasi 2.848 spe­sies tanaman obat dan 32.014 ramuan tradisional yang ber­potensi menjadi fitofarmaka atau obat untuk mengendali­kan penyakit.

Peran Kemenkes

Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Bidang Kese­hatan, Kemenkes, Siswanto, mengatakan Kemenkes akan berperan sebagai konduktor dalam kegiatan riset. Pihaknya akan terus mendorong kerja sama dengan rumah sakit un­tuk meningkatkan daya saing agar mendapatkan pendanaan riset dari berbagai sumber.

“Untuk tahap akan kita coba di rumah sakit terdekat dengan Kemenkes. Kemenkes juga bisa mengelola bigdata dari sistem informasi rumah sakit,” pung­kasnya. ruf/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment