Koran Jakarta | June 24 2017
No Comments
Aksi Korporasi

Saham KMTR Langsung Naik 31 Persen

Saham KMTR Langsung Naik 31 Persen

Foto : ANTARA/HO/Vida
Pencatatan Perdana - Direktur BEI Samsul Hidayat (tengah) bersama Dirut PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) Martinus Subandi Sinarya (kedua kanan), Komut KMTR Toddy Mizaabianto Sugoto (kiri), perwakilan pemegang saham Arini Saraswaty Subianto, dan Direktur KMTR Jenny Widjaja (kanan) saat pencatatan perdana saham KMTR di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (19/6).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Kirana Megantara Tbk (KMTR) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI). KMTR menjadi emiten ke 547 atau ke-12 pada tahun ini, usai melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Perseroan melepas 1,15 miliar lembar saham publik dengan harga 458 rupiah per saham.

Dengan begitu, Perseroan berhasil meraih dana segar IPO sebesar 527,8 miliar rupiah. Saham Perseroan yang tercatat di papan pengembangan BEI pada debut perdananya dibuka pada level 600 rupiah per saham mengalami kenaikan 31 persen atau 142 rupiah per saham dari harga saham IPO sebesar 458 rupiah per saham.

Saham KMTR berada pada posisi tertinggi di level 600 rupiah per saham. Saham Perseroan ditransaksikan sebanyak 3 kali dengam volume 230 lot. Nilai transaksi dibukukan 13,8 juta rupiah. Direktur Utama PT Kirana Megatara, Martinus Subandi Sinarya mengatakan dana hasil IPO akan digunakan sekitar 58 persen untuk meningkatkan penyertaan modal anak perusahaan, 22 persen digunakan untuk melunasi pinjaman kredit modal kerja, dan 20 persen untuk menambah modal kerja Perseroan.

Bertindak sebagai penjamin emisi efek PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Pada tahun ini Perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi menjadi 1 juta ton dan memperbaiki rantai pasokan karet alam, agar ke depannya industri tersebut bisa lebih efisien. Selain itu,

Perseroan juga melanjutkan kerja sama dengan pemerintah dalam merancang roadmap karet alam Indonesia yang berkelanjutan, mencakup solusi komprehensif untuk program nasional penanaman kembali seperti menyediakan benih berkualitas tinggi, konseling tentang cara budidaya tanaman yang baik dan benar (good agriculture practices), serta mengusulkan skema pembiayaan yang dibutuhkan untuk mendorong program penanaman kembali.

“Di sisi lain, Perseroan akan mengintensifkan hubungan bisnis dengan pelanggan yang sudah bermitra, agar Perseroan dapat menjadi pemasok yang paling diminati pelanggan, serta memperluas bisnis dengan 20 produsen ban besar,” ungkapnya di Jakarta, Senin (19/6). Pada 2016, Perseroan menguasai pangsa pasar ekspor sekitar 17 persen, dengan menerapkan sistem manajemen yang profesional, transparan, serta tata kelola Perseroan yang baik dalam menjalankan usahanya.

Penjualan Perseroan paling besar 95 persen ke pasar ekspor dan dilakukan dengan skema Kontrak Jangka Panjang (Long Term Contract/LTC). Mayoritas pelanggan bisnis Perseroan terdiri dari 13 pemain besar yang berada di Top 20 produsen ban global seperti bridgestone, continental, cooper, goodyear, hankook, kumho, michellin, pirelli, sumitomo, yokohama, dan lain-lain. Saat ini kapasitas produksi pabrik telah mencapai 720.000 ton karet remah per tahun. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment