Sebanyak 44 WNI Telah Diculik Abu Sayyaf | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 19 2020
1 Comment
Keamanan Perairan

Sebanyak 44 WNI Telah Diculik Abu Sayyaf

Sebanyak 44 WNI Telah Diculik Abu Sayyaf

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Sejak tahun 2016 sebanyak 44 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) telah diculik Abu Sayyaf di perairan Sabah, Malaysia. Angka ini disampaikan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, di Jakarta, Kamis (23/1). Penculi­kan terbaru atas 5 ABK.

Untuk menghindari kejadian serupa di masa depan, Retno Marsudi minta Malaysia tegas menjaga dan mengawasi ketat perairannya, terutama Sabah. “Hal itu seharusnya dilakukan sejak perjanjian trilateral an­tara Indonesia, Malaysia dan Filipina yang telah disepakati,” tandasnya.

Selain itu, Retno juga secara tegas menyampaikan kepada para pemilik kapal untuk ber­tanggung jawab apabila ABKnya mengalami masalah apa pun, termasuk penyanderaan.

“Saya juga minta kepada para pemilik kapal untuk ikut menjaga keselamatan para nelayan Indo­nesia yang bekerja pada kapal-ka­pal tersebut,” tegas Menlu Retno.

Jadi, para pemilik kapal juga harus mengindahkan aturan-aturan otoritas Malaysia. Kalau tidak, korban akan terus terjadi. Ini tidak bisa dibiarkan. Walau­pun sudah menjadi tugas Kemlu RI untuk menjaga keselamatan warga negara ketika berada di luar negeri, Retno tetap meng­harapkan adanya kerja sama dari para pemilik kapal dan Ma­laysia. Segala upaya ini dilaku­kan semata-mata agar kejadian serupa tidak lagi terjadi.

Sejatinya, Malaysia telah me­netapkan adanya curfew atau aturan jam malam di wilayah Perairan Sabah. Namun, dalam pelaksanaannya banyak yang melanggar. Masih banyak kapal yang melaut di daerah tersebut pada malam hari. Direktur Per­lindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha menambahka, In­donesia berharap Malaysia dapat lebih mengintensifkan patroli.

Bentuk intensif patroli yang diharapkan adalah penjagaan pada malam hari karena aksi penyanderaan selama ini sering terjadi pada malam hari. Judha memperkirakan ada 1.000 hingga 1.500 WNI berprofesi sebagai ABK. Duta Besar Malaysia un­tuk Indonesia, Datuk Zainal Abi­din Bakar, menyampaikan perlu upaya penguatan koordinasi In­donesia, Malaysia, dan Filipina.

Malaysia sendiri bisa kem­bali menegaskan kepada para nelayan untuk tidak memasuki wilayah perairan tersebut. “Oto­ritas Malaysia berkomitmen untuk mencari cara menyele­saikan masalah ini dengan se­gala cara untuk menghentikan penyanderaan,” tambahnya.

Namun, Dubes Zainal meng­ungkapkan, salah satu penyebab penyanderaan kerap terjadi ka­rena nelayan terus melanggar aturan jam malam. Maka dari itu, katanya, otoritas Malaysia ti­dak bisa melakukan penjagaan serta pengawasan di wilayah per­airan Sabah pada waktu malam.

Menurutnya, Malaysia ke­walahan karena perairan Sabah sangat luas. Pihak Malaysia telah melakukan cara-cara termasuk mengeluarkan dana yang cukup besar, namun jika nelayan send­iri tidak mematuhi aturan, keja­dian serupa mungkin terulang lagi dan lagi. ang/G-1

Klik untuk print artikel

View Comments

jessi
Jumat 24/1/2020 | 19:52
Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Bola165 titik co sarana Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan untuk teman teman yang ingin bergabung bersama yang kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Bola165 titik co paling best ya guys...

Submit a Comment