Semua Kegiatan Pengumpulan Massa Harus Dihentikan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 4 2020
No Comments
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tentang Pencegahan Covid-19

Semua Kegiatan Pengumpulan Massa Harus Dihentikan

Semua Kegiatan Pengumpulan Massa Harus Dihentikan

Foto : ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
A   A   A   Pengaturan Font
Tim Gugus Covid-19 DKI Jakarta menyebutkan 42 tenaga medis terinfeksi virus korona. Kasus positif korona di Jakarta pun terus bertambah. Hingga Senin (23/3), pasien positif korona di Jakarta tercatat 355 orang, naik 52 orang dari jumlah 303 pasien, Minggu (22/3).

 

Selain itu, per Senin ini tercatat 29 orang mening­gal dan 22 pasien sembuh. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) di Jakarta sejak awal kasus berjumlah 691 orang dengan rincian 430 pasien masih dirawat, 261 sudah diizinkan pu­lang. Lalu, orang dalam pemantau­an sejak awal kasus korona men­capai 1.465 orang dengan rincian 401 pasien dalam pemantauan dan 1.064 orang selesai pemantauan.

Untuk data nasional per Senin (23/3) ada penambahan 65 kasus positif korona baru. Total kasus positif korona saat ini mencapai 579 orang. Dari 579 kasus positif Covid-19 itu, jumlah yang sembuh 30 orang, sedangkan meninggal 49.

Bagaimana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk mencegah makin meluasnya epidemi virus Covid-19 ini? Berikut wawancara Koran Jakarta dengan Anies Baswedan usai menerima Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sujana, dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono.

Pemerintah pusat sudah me­nyiapkan Wisma Atlet Kemayoran sebagai RS Darurat. Seperti apa penanganan pasien di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran itu?

Kami telah berkoordinasi dengan Pak Kapolda dan Pak Pangdam untuk menyiapkan minggu-minggu ke depan karena kita menyadari bahwa situasi yang sedang dihadapi saat ini bu­kan jangka pendek, maksud­nya satu dua hari saja, tapi ke depan. Beliau baru selesai pemantauan Wisma Atlet, jadi sekarang kita menyusun ske­nario untuk bagaimana mengelola mereka-mereka yang masuk pasien dalam pengawasan untuk bisa dirawat lebih baik.

Apakah Pertemuan dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sujana, dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono juga untuk penanganan kerumunan warga malam hari?

Soal itu juga kita bahas. Dari kepolisian, TNI, dan jajaran Pemprov DKI, kita meminta se­luruh masyara­kat untuk men­jauhi kegiatan pengumpulan orang. Jangan datang, kemudian penyelenggara ditegur dan kami akan menindak tegas.

Apakah mereka akan dibubar­kan paksa?

Jadi akan dibubarkan dan mereka yang memaksa nanti dimintai keterangan dan akan ada potensi sanksi karena ini risikonya terlalu besar. Jadi, semua kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa harus dihentikan. Intinya adalah akan ada penegakan dengan lebih ketat dan potensi tindakan hukum oleh pihak kepolisian.

Pembubaran itu termasuk di mal-mal yang masih ramai?

Intinya adalah pengumpulan orang secara berdekatan dan jum­lah besar itu dilarang. Sekalian juga saya imbau keluarga yang memiliki orang tua maka kurangi kontak langsung dengan orang-orang yang lebih muda. Jadi, lindungi orang tua kita dengan cara tidak ada kontak langsung secara fisik karena orang tua paling rentan.

Maksudnya?

Data di kita hari ini menunjuk­kan bahwa 59 persen dari yang meninggal usianya di atas 60 tahun, artinya ini kelompok paling rentan. Saya meminta semua keluarga untuk melindungi orang tua.

Caranya?

Dengan cara saat ini jangan salaman dengan orang tua dulu, jangan jabat tangan, jangan memeluk orang tua. Kalau kita mencintai orang tua kita, wujud­kan rasa cinta itu dengan tidak memeluk, dengan tidak menyala­mi secara fisik. Ini untuk sementa­ra waktu sampai masalah Covid-19 ini bisa selesai. n peri/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment