Singapura Mulai Uji Vaksin Korona | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 4 2020
No Comments
Terobosan Medis I Dbentuk Kelompok Kerja Terapeutik Covid-19 Pantau Penggunaan Obat

Singapura Mulai Uji Vaksin Korona

Singapura Mulai Uji Vaksin Korona

Foto : AFP/Roslan RAHMAN
Gan Kim Yong
A   A   A   Pengaturan Font

Demi mempercepat penanggulangan wabah pendemi virus korona, semua ilmuan berlomba untukmembuat vaksi pembunuh virus mematikan ini. Singapura akan mengujinya tahun ini

SINGAPURA - Para ilmuwan dari Duke-NUS Medical School di Singapura yang tengah bekerja sama dengan mitra internasional dalam membuat vaksin Covid-19 untuk diuji secara klinis, menyatakan akan mulai menguji vaksin untuk virus korona pada tahun ini. Informasi itu disampaikan Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong, dihadapan parlemen pada Rabu (25/3).

 Dalam penjelasannya, Menteri Gan mengatakan bahwa Duke-NUS Medical School telah bekerja sama dengan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations/CEPI) dan mitra internasional lainnya untuk memulai uji klinis. Saat ini sejumlah negara menang tengah bekerja sama untuk membuat formula vaksin virus korona yang paling manjur dan kemudian melakukan tes bagi keefektifannya.

“Demi vaksin ini, para ilmuwan dari seluruh dunia telah berhasil mengisolasi dan membiakkan virusnya dan mereka akan membantu dalam pengembangan vaksin,” kata Menteri Gan.

“Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Oraganization/WHO) memperkirakan bahwa vaksin ini paling awal akan siap sekitar 2021,” imbuh dia. Sebelumnya sekelompok kerja terapeutik Covid-19, yang terdiri dari anggota dari berbagai rumah sakit lintas disiplin ilmu yang berbeda dan Otoritas Ilmu Kesehatan (HSA), telah dibentuk untuk memantau penggunaan kembali obat-obatan antivirus untuk mengobati pasien yang terinfeksi di Singapura.

Menteri Gan mengatakan kelompok itu akan melakukan penelitian yang berpedoman pada penggunaan obat-obatan yang meliputi obat anti-HIV, Lopinavir dan Ritonavir, Interferon Beta- 1B dan hydroxychloroquine. Bulan lalu, ketua ilmuwan kesehatan di Kementerian Kesehatan Singapura, Tan Chorh Chuan, mengatakan kepada awak media bahwa sejumlah kecil pasien virus korona sedang dirawat dan diberi obat anti-HIV Lopinavir dan Ritonavir.

Tan mengatakan Kementerian Kesehatan masih harus mengkaji hasil uji coba yang dilakukan di Tiongkok dan tempat-tempat lain dan menentukan seberapa efektif mereka.

”Hasil dari penelitian lain sejauh ini tampak cukup menjanjikan,” kata Tan.

Rekrut Donor

Sementara itu Menteri Gan mengatakan bahwa Pusat Nasional untuk Penyakit Infeksi (National Centre for Infectious Diseases/NCID) dan Rumah Sakit Tan Tock Seng, bersamasama dengan Bank Darah Singapura, telah memulai perekrutan donor untuk mengumpulkan plasma darah konvensional dari pasien-pasien Covid-19 yang telah pulih. Hingga Selasa, 155 pasien di Singapura telah pulih dari wabah penyakit ini.

 “Dokter kami juga telah berpartisipasi dalam uji klinis internasional, dengan kolaborator seperti Institut Kesehatan Nasional AS,” kata Menteri Kesehatan Singapura itu. Disampaikan pula oleh Menteri Gan bahwa Singapura sejauh ini tidak mengetahui berapa lama pandemi ini akan berlangsung.

“Tetapi kami harus merencanakan dengan asumsi dasar bahwa Covid-19 akan berlangsung untuk waktu yang lama, mungkin sampai akhir tahun atau lebih, dan memastikan bahwa kami memiliki sumber daya dan kemampuan agar negara kami bisa melalui wabah ini dengan selamat,” pungkas dia. eko/CNA/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment