Koran Jakarta | February 23 2018
No Comments
Kebijakan Keuangan

Inklusi Keuangan Terhambat Sistem dan Perizinan

Inklusi Keuangan Terhambat Sistem dan Perizinan

Foto : ANTARA/WAHYU PUTRO A
Bahas Inklusi Keuangan - Presiden Joko Widodo bersama Utusan Khusus Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan Ratu Maxima (kiri) melakukan ‘Veranda Talk’ di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/2). Presiden Jokowi dan Ratu Belanda berdiskusi tentang peningkatan inklusi keuangan di Indonesia, antara lain penyederhanaan sistem dan izin.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni terkait sistem dan perizinan. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi setelah menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Keuangan Inklusif bagi Pembangunan (United Nations Secretary General’s Special Advocate/ UNSGSA for Inclusive Finance for Development) yang dipimpin Ratu Maxima dari Belanda di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (13/2).

“Jadi, memang yang paling penting itu ada satu, penyederhanaan sistem, penting sekali. Kunci. Ini yang harus kita perbaiki,” kata Jokowi. Perbaikan dan penyederhanaan sistem tersebut menjadi kunci sukses penerapan dan perluasan keuangan di Tanah Air. Hal kedua, menurut Presiden, yakni penyederhanaan izin-izin yang selama ini terkesan masih sangat ruwet.

“Dua hal ini kalau kita selesaikan, akan mempercepat inklusi keuangan kita, cepat sekali. Kalau dua hal ini belum bisa kita selesaikan, ya majunya tidak sepesat yang kita inginkan. Tadi saya sudah diskusi panjang dengan beliau kita harapkan dua hal tadi segera cepat kita selesaikan,” kata Presiden setelah bertemu dengan Ratu Maxima.

Sementara itu, Ratu Maxima mengatakan ia dan Pemerintah Indonesia telah berdiskusi terkait perluasan inklusi keuangan. “Kunjungan terakhir saya pada November 2016, kami telah berdiskusi untuk memperbaiki strategi nasional inklusi finansial. Saya sangat senang untuk mengatakan bahwa Indonesia sudah benar-benar membuat banyak keputusan,” katanya. P

ihaknya yakin diskusi yang panjang yang telah dilakukan selama ini telah menghasilkan beberapa program inklusi keuangan di Indonesia. Ia menilai pertumbuhan ekonomi dua digit di Indonesia, sangat mengundang komentar dan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, termasuk dalam perubahan regulasi.

“Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengakses bank atau layanan finansial dan ini sebagian besar di daerah pedesaan, khususnya mereka yang bergerak di sektor pertanian,” tuturnya.

 

Siap Kerja Sama

 

Ia telah berdiskusi dengan Presiden Jokowi termasuk untuk bagaimana menyederhanakan sistem demi mendorong inklusi keuangan. Ratu Maxima juga menyatakan siap melanjutkan kerja sama dengan pemerintah, juga sektor swasta, perbankan, dan layanan non-finansial agar dapat memperluas jangkauan inklusi finansial ke seluruh Indonesia hingga menciptakan perubahan yang lebih baik.

Ratu Maxima pada kesempatan itu memimpin delegasi yang terdiri dari Direktur UNSGA Eric Duflos, Programme Specialist Nancy Widjaja, Duta Besar Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol, dan Sekretaris Pribadi Gabriella Sancisi.

Keduanya juga menyempatkan diri untuk melakukan veranda talk di halaman belakang Istana Merdeka sembari menikmati teh dan hidangan kecil. 

 

Ant/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment