Siswa Harus Bisa Bahasa Mandarin | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 26 2020
No Comments
Pendidikan Madrasah Aliyah I Dunia Kerja Membutuhkan Kecakapan Berbahasa Asing

Siswa Harus Bisa Bahasa Mandarin

Siswa Harus Bisa Bahasa Mandarin

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Selain mampu berbahasa Mandarin dan Arab, lulusan MA juga diminta mengusai bahasa Ingris dan teknologi informasi.

JAKARTA – Para siswa Madrasah Aliyah (MA) diminta mampu menguasai bahasa Mandarin. Hal ini dinilai penting agar para lulusan MA mampu bersaing dalam dunia kerja. “Jadi bukan mengharuskan ya,” kata Menteri Agama, Fachrul Razi, di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (9/1).

Ia menambahkan, tidak hanya berharap siswa menguasai bahasa Mandarin, Kemenag juga akan melihat opsi membekali kemampuan teknologi informasi (TI) untuk madrasah hingga perguruan tinggi. Selain penguasaan bahasa Mandari dan IT, Fachrul Razi juga ingin para siswa menguasai kemampuan bahasa lain yang dibutuhkan dunia kerja.

Untuk itu ia tengah melihat opsi menerapkan pengetahuan bahasa lain dalam kurikulum belajar di madrasah. Dengan demikian, lanjutnya, siswa MA tidak cuma menguasai satu dua bahasa, melainkan banyak bahasa asing yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia kerja. “Kita inventarisasi selain bahasa Arab adalah bahasa Inggris, bahasa Mandari, bahasa Jepang, bahasa Korea, mungkin Prancis, Jerman mungkin, kita tambahkan ke madrasah,” jelasnya.

Tetapi, lanjutnya, urutan paling tinggi tetap bahasa Arab, kemduian bahasa Inggris, ketiga bahasa Mandarin, selanjutnya Korea, dan Jepang,” ungkapnya.  Sebelumnya, Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaaan (KSKK) Madrasah, Kementerian Agama, Ahmad Umar  m e n g a t a k a n siswa madrasah saat ini perlu dilengkapi kecakapan berbahasa Mandarin untuk kebutuhan dunia kerja.

“Untuk meningkatkan daya saing, Pak Menteri mintanya pertama, anak madrasah harus menguasai satu di antara tiga bahasa asing, yaitu Arab, Inggris dan Mandarin. Kedua, mereka menguasai teknologi informasi dan ketiga ada tambahan vokasi,” kata dia. Umar mengatakan kebutuhan dunia kerja saat ini membutuhkan kecakapan berbahasa asing selain kemampuan lainnya. Adapun bahasa Mandarin kini merupakan salah satu bahasa yang penting untuk dikuasai. Kenda ti begitu, kata dia, tidak ada keharusan Mandarin karena terdapat bahasa asing lain yang tidak kalah penting.

“Bahasa Mandarin ini kan termasuk bahasa asing yang memang banyak digunakan dalam dunia kerja. Tetapi beliau bilang tidak harus Mandarin tapi bisa Bahasa Jerman, Prancis, Italia, yang penting minimal tiga bahasa asing diperkenalkan dan dikuasai anak-anak madrasah,” kata dia.

Selama ini, kata dia, madrasah pada umumnya mengajarkan bahasa Arab dan Inggris di mata pelajarannya. Sementara bahasa Mandarin belum banyak diajarkan sehingga dengan adanya bahasa asing ketiga itu memberi nilai tambah bagi madrasah di masa kini dan mendatang.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily mengatakan, bahasa Mandarin memang penting untuk dikuasai karena saat ini Tiongkok menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Kendati demikian, ia menyarankan penerapan bahasa Mandarin di MA dan pesantren bersifat opsional mendapat Dukungan

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Masduki Baidlowi mendukung himbauan Menteri Agama soal penguasaan bahasa Mandari di Madrasah Aliyah maupun pesantren. Sebenarnya, kata dia, penguasaan bahasa Mandarin bukan hal baru di beberapa pesantren dan Madrasah Aliyah naungan NU.

Menurutnya, MA dan pesantren penting untuk mempelajari berbagai bahasa negara yang sedang menguasai teknologi dan ekonomi saat ini, salah satunya Tiongkok. Hal tersebut diperlukan untuk meningkatkan kompetensi para siswa.

“Tak hanya bahasa Mandarin, di beberapa pesantren NU juga telah mempelajari bahasa Inggris, Arab, dan Jepang,” tambahnya. Menurutnya, karena Tiongkok merupakan negara besar. Sebagai sebuah negara besar pantas bahasanya dipelajari banyak orang. ruf/Ant/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment